Prabowo Sebut Serangan Jokowi Soal Tanah Bagian dari Demokrasi

Prabowo Sebut Serangan Jokowi Soal Tanah Bagian dari Demokrasi
foto istimewa
Editor : Potan RI-1 — Senin, 18 Februari 2019 12:03 WIB
terasjakarta.id


Calon Presiden 02 Prabowo Subianto menilai serangan capres petahana Jokowi kepada dirinya soal penguasaan tanah, biasa terjadi dalam debat. Prabowo menganggap serangan Jokowi soal penguasaan tanah adalah bagian demokrasi.

"Nggak apa, biasa itu. Kalau nggak ada serang-menyerang nggak lucu, kalian gak suka kan," kata Prabowo seusai menjalani debat capres putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) malam.

Dia mengatakan dirinya bersama Jokowi berhubungan baik. Persaingan yang terjadi dalam Pilpres adalah hal biasa.

"Bersaing itu biasa saja. Apalagi generasi kalian, harus lihat persaingan itu baik. Di dalam ruang debat keras-kerasan, di luar itu bersahabat lagi. Ini adalah upaya kita membangun demokrasi," jelasnya.

Seperti diketahui, debat kedua capres yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta berlangsung kondusif dan cukup menegangkan. Sorakan-sorakan kecil terdengar saat kedua calon presiden yaitu Joko Widodo dan Prabowo menyampaikan visi dan misi maupun tanggapan pernyataan.

Salah satu hal yang cukup menarik dalam debat yaitu ketika membahas masalah reforma agraria. Moderator menanyakan strategi kedua calon presiden dalam melakukan reforma agraria.

Calon presiden nomor urut 01, Jokowi mengatakan, pihaknya menargetkan membagikan konsesi lahan kepada masyarakat mencapai 12,7 hektare. Saat ini yang telah terealisasi baru 2,6 juta hektare.

"Dalam dua tahun ini kita telah membagikan konsesi konsesi lahan lewat masyarakat adat, hak ulayat, petani maupun nelayan. Sekarang 2,6 juta hektare konsesi dari 12,7 juta hektare yang kita siapkan," kata Jokowi.

Namun demikian, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku punya pandangan berbeda dengan Jokowi. Prabowo menilai, pembagian lahan atau sertifikat yang dilakukan pemerintahan Jokowi saat ini hanya menguntungkan satu atau dua generasi.

"Kami punya pandangan strategis berbeda, yang dilakukan Bapak Joko Widodo dan pemerintahnya menarik dan populer untuk satu dua generasi. Tapi tanah tidak tambah, bangsa Indonesia terus tambah sebesar 3,5 juta kurang lebih. Kalau Bapak bangga, pada saatnya kita tidak punya lahan lagi buat kita bagi," kata Prabowo.

"Jadi kami punya strategi berbeda, kami kembali pada UUD 1945 Pasal 33 di mana bumi dan air dan kandungan lainnya dikuasai negara," tegas Prabowo.



Prabowo Sebut Serangan Jokowi Soal Tanah Bagian dari Demokrasi

Loading...

Related Post