Kapolda Banten: Pemuka Agama Jembatan Strategis

Kapolda Banten: Pemuka Agama Jembatan Strategis
Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menjadi pembicara dalam acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang Kerukunan Umat Beragama, Rabu (7/4/21).
Editor : Donald News — Rabu, 7 April 2021 13:41 WIB
terasjakarta.id


Pemuka agama desa di Provinsi Banten adalah jembatan strategis dalam mendekati dan menemukan solusi bagi persoalan-persoalan berbasis perbedaan sehingga selama ini eksplosivitas permasalahan dapat dicegah secara efektif.

"Jadi, keberadaan pemuka agama di desa-desa itu bagi Polri adalah partner penting dan strategis," ujar Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto Adi Nugroho, S.H., usai menjadi pembicara dalam acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri  dan Menteri Agama tentang Kerukunan Umat Beragama, Rabu (7/4/21) di Serang.

Acara yang digelar  secara  virtual tersebut diprakarsai oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten di Hotel Le-Semar.

Peserta yang hadir langsung di lokasi acara sebanyak 60 penyuluh agama yaitu 15 dari agama Islam, 5 dari Khong Hu Cu, dan masing-masing 10 orang dari Hindu, Budha, Kristen, dan Katolik. Peserta lainnya adalah penyuluh agama mengikuti secara zooming dari desa-desa di enam wilayah hukum Polres dalam jajaran Polda Banten.

Acara yang dibuka oleh Ketua MUI Banten KH, Dr. AM Romli itu didampingi Kakanwil Kementerian Agama, Dr Faturachman, dan secara keseluruhan diikuti 1.000 penyuluh agama secara zooming dari desa-desa di Provinsi Banten.

Agama, kata Rudy, melekat sebagai pembimbing dan pengendali agar manusia menjalani hidup terarah, terkendali, dan  terbimbing ke arah kebaikan dan kebenaran dalam bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan Pancasila.

Provinsi Banten, lanjut Kapolda, adalah bagian dari bangsa Indonesia yang majemuk. Istimewahnya, lanjut Ryudy,  meskipun mayoritas warganya memeluk agama Islam, namun kehidupan bersama,  berdampingan, dan saling menghormati di antara  sesama pemeluk agama lainnya sudah berlangsung sejak lama.

"Sejarah mencatat hal itu. Sudah sejak lama Banten berada dalam pergaulan antarbangsa sebagai bandar perdagangan rempah seperti lada," ujar  Rudy.

Sejak Indonesia merdeka dan hingga kini, kata Rudy, hal itu masih terus berlanjut dan berkembang. Kapolda ke-15 di Banten ini percaya  kenyataan ini tidak lepas dari peran para ulama desa, penyuluh agama, dan guru-guru agama yang tersebar dan melekat dalam kehidupan masyarakat Banten.

"Penerimaan kaum agamawan yang luwes itu, di Banten sudah mengkultur.  Saya dan jajaran banyak mendapat masukan dan bimbingan dari ulama sehingga mendapat kelancaran dalam menjalankan tugas " aku mantan Kadivkum Polri itu.

Oleh karena itu, Rudy memerintahkan seluruh anak buahnya memelihara hubungan baik dan terus berpartner dengan para pemuka agama di desa-desa dalam menjalankan tugas-tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat

Rudy mengatakan, sudah semua masyarakat Banten mensyukuri nikmatan yang sudah Allah SWT berikan.  Caranya adalah dengan  tetap menjaga dan memelihara hubungan baik antarsesama umat beragama yang telah terbina  selama ini. (don)

 

Kapolda banten pemuka agama jembatan strategis

Loading...

Related Post