Saat Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali, Ini Yang Harus Diperhatikan

Saat Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali, Ini Yang Harus Diperhatikan
Pelaksana Tugas Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji (berdiri, dua dari kiri) ketika meninjau uji coba sekolah tatap muka di SMKN 15 Jakarta, Rabu (7/4/2021) (Antara)
Editor : Donald News — Rabu, 7 April 2021 11:49 WIB
terasjakarta.id


Pemerintah Provinsi DKI mulai melakukan uji coba sekolah tatap yang selama ii dilakukan secara daring atau online dari rumah terkait wabah pandemi covid-19. Pada Rabu (7/5), sejumlah sekolah di Jakarta mulau melakukan uji coba belajar tatap muka meski dengan jumlah yang dibatasi dan dengan penerapan protokoler kesehatan yang ketat.

Sejauh ini, wacana terkait pembukaan sekolah untuk pembelajaran tatap muka mengundang pro dan kontra dari para orangtua, meski demikian ada yang wajib dipahami dan dipatuhi jika anak-anak sudah kembali ke sekolah.

Menurut Muhammad Zainal, WASH (Water, Sanitation & Hygiene) Specialist UNICEF Indonesia, UNICEF sejalan dengan pemerintah dalam hal pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka karena penutupan sekolah akibat pandemi Covid-19 dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap anak khususnya dari segi pendidikan.

Zainal memberi contoh beberapa dampak yang didapat terjadi pada anak saat sekolah daring di antaranya meningkatnya risiko anak putus sekolah, kendala tumbuh kembang dan kualitas pembelajaran yang disebabkan adanya perbedaan akses pembelajaran jarak jauh, serta kesehatan mental dan psikososial karena minimnya interaksi anak dengan guru, teman dan dunia luar.

"Tapi pembukaan kembali sekolah harus diikuti dengan diterapkannya protokol kesehatan dan sekolah aman yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, keluarga dan masyarakat," ujar Zainal dalam webinar "Perubahan Kecil, Perlindungan Besar", Selasa (6/4).

"Disamping itu, layanan pendidikan selama pandemi juga harus mempertimbangkan kondisi tumbuh kembang dan psikososial siswa," imbuhnya.

Lebih jauh, kata Zainal, Penerapan protokol kesehatan yang baik dan lingkungan sekolah yang aman tentunya merupakan faktor yang harus dipenuhi jika pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka infeksi Covid-19 melalui klaster sekolah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sekitar 14 persen dari total kasus Covid-19 Indonesia berasal dari anak sekolah.
Maka dari itu edukasi mengenai bagaimana cara melindungi diri dan keluarga dari virus tersebut sangatlah penting untuk dilakukan, tak terkecuali anak-anak.

Sementara itu, dr. Fitria Agustina, SpKK, FINSDV mengatakan anak-anak perlu mendapat edukasi soal protokol kesehatan sebelum kembali ke sekolah.
Hal sederhana yang perlu diajarkan adalah berusaha untuk tetap sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup dan olahraga.

"Kemudian hal simpel yang harus diajarkan adalah jangan pernah buka masker di tempat umum, jangan pernah mau maskernya dipinjamnya ke temannya. Pinjam-meminjam suatu barang kalau buat anak kan itu hal yang happy," kata dr. Fitria.

Selain itu, setiap anak juga harus diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh dengan biasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, segera mandi setelah beraktivitas dari luar rumah, dan segera mengganti serta mencuci pakaian dengan detergen terbaik. (Sumber Antara/don)


 

Saat sekolah tatap muka dibuka kembali ini yang harus diperhatikan

Loading...

Related Post