Korban Bencana Harus Bayar Rp 5,000 , Jika Mau “Ngecas” HP

Korban Bencana Harus Bayar Rp 5,000 , Jika Mau “Ngecas” HP
Warga menyaksikan rumahnya yang diporakporanda Banjiir di Adonara, Flores Timur, NTT
Editor : Donald News — Selasa, 6 April 2021 11:38 WIB
terasjakarta.id


Bencana hujan angin disertai banjir yang melanda Nusa Tenggara Timut (NTT) menyisakan cerita lain yang dialami warga korban bencana. Sejumlah warga di  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpaksa membayar uang Rp5 ribu untuk mengecas telepon selulernya di genset milik sejumlah warga karena listrik sampai sekarang belum menyala.

Aditya, seorang mahasiswa, di Kupang, Senin (5/4) malam, mengaku membayar Rp5 ribu untuk bisa mengecas telepon selulernya. "Ini agar bisa tetap berkomunikasi dengan orang tua," katanya.
Meski telepon selulernya sudah menyala, belum tentu mereka bisa langsung berkomunikasi. Warga harus mencari lokasi yang masih bisa dijangkau sinyal telekomunikasinya.

"Di dalam Kota Kupang, sinyal bisa tapi harus mencari lokasi yang tepat," katanya.
Layanan listrik sampai berita ini diturunkan belum menyala karena banyak kabel yang tertimpa pohon tumbang sehingga satu-satunya harapan dari warga untuk mendapatkan setrum melalui genset.

Sementara itu, pohon tumbang hingga kini masih menutupi sejumlah ruas jalan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah peristiwa cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Dikutip dari Antara, Selasa (5/5), ruas jalan yang masih tertutup pohon yang tumbang, antara lain Jalan Soeharto, Piet A. Tallo, El Tari, Timor Raya, dan Jalan 40 di kawasan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Khususnya di Jalan 40 di kawasan Undana itu, sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Pohon-pohon tumbang masih melintang di ruas jalan tersebut.

Petugas Pemerintah Kota Kupang saat ini masih terkonsentrasi memindahkan atau memotong serta menyingkirkan pohon yang tumbang di Jalan Piet A. Tallo dan El Tari.

Sejumlah warga berinisiatif mengatasi pohon tumbang di Jalan Soeharto dengan menggunakan peralatan seadanya. (Don)


Korban bencana harus bayar Rp 5.000 jika mau ngecas hp

Loading...

Related Post