Kapolda Banten Cek Kesiagaan Petugas Bencana Alam

Kapolda Banten Cek Kesiagaan Petugas Bencana Alam
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoro mengecek kesiapan petugas bencana alam di Baneten (Ist)
Editor : Donald Rumah Rakyat — Sabtu, 6 Maret 2021 10:36 WIB
terasjakarta.id


Mengantisipasi cuaca buruk dan curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana,  Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoro meninjau kesiagaan petugas gabungan penanggulangan bencana alam (PBA) di  posko bencana alam yang berada di alun-alun pendopo  Kabupaten Lebak,  Rangkas Bitung, Jumat  (5/3/21).

“Saya minta, semua waspada dan jangan “under eatimate”, semua harus terintegrasi. Buang ego sektoral, terlebih dalam kondisi cuaca tak menentu seperti sekarang ini. Penanggulangan bencana alam adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Rudy

di sela-sela inspeksi di Posko Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Lebak. 

Menurut Rudy, kedatangannya untuk memastikan  kesiagaan pasukan dalam menghadapi kemungkinan bencana alam seperti banjir, longsor, dan genangan yang sering terjadi secara tak tak diuga-duga saat curah hujan tinggi.

Pasukan PBA berkekuatan 90 personel yang merupakan petugas gabungan dari

TNI/ Batalion Cakra, Pengendalian Massa (Dalmas) Polres Lebak, Satpol PP, Tagana, Dishub, PMI, dan Dinas Kesehatan Lebak. Mereka sudah siaga sejak  awal Januari 2021.

Petugas PBA juga dilengkapi  sarana prasarana (sarpras) pendukung seperti kendaraan meriam air, alat komunikasi (alkom), tenda lapangan, lampu sorot, senter, perahu karet, pelampung, helm, pemotong kayu, dan cangkul.

Saat melakukan inspeksi, Rudy  didampingi pejabat utama Polda Banten antara lain Dansatbrimob Polda Banten, Kombes Pol Dwiyanto Nugroho, Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi, Direktur dan Intelkam Kombes Pol Suhanda C,  dan Kapolres Lebak. Hadir dalam inspeksi itu  Wakil Bupati Lebak H Ade Sumardi dan Komandan Kodim 0603/ Lebak Letkol Nur Wahyudi, S.I.P. 

“Mereka sewaktu-waktu siap diterjunkan ke daerah yang diperediksi rawan banjir, genangan, dan longsor. Kita tentu tidak berharap ada bencana, tetapi ini bentuk kesiapan kami sesuai arahan Kapolri dan kebijakan Kapolda,” kata Kabid Humas Kombes Edy. 

Menurut Edy, lokasi-lokasi rawan bencana ada di sekitaran Cipanas, Lebak Gedong, dan Sajira.

 

Lebak dan Pandeglang Paling Rawan

Pada pertengahan November 2020, Kepala BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi daerah paling rawan terjadinya bencana alam.

"Lebak dan Pandeglang itu rawan longsor, banjir, gempa bumi, tsunami. Karena memang wilayah selatan masuk ring of fire," kata .

Nana menjelaskan, Banten Selatan memiliki kondisi geografi perbukitan, pegunungan dan terdapat lereng rawan terjadinya longsor akibat curah hujan tinggi. “Memang labil dan harus diwaspadai," ujar Nana. 

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak hujan berpeluang Januari sampai Februari 2021 sehingga berpotensi terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Seperti diketahui, hingga Maret ini cuaca mendung sampai hujan besar sering terjadi termasuk di wilayah selatan Banten.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan tanah longsor.

"Peringatan kewaspadaan itu guna menghindari jatuh korban akibat bencana alam," kata Plh. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Minggu (24/1/2021).

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah langganan banjir dan longsor saat terjadi hujan dan angin kencang. Berdasarkan pengalaman banjir bandang dan tanah longsor awal 2020 di enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengakibatkan sembilan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi.

Selain itu juga puluhan infrastuktur dan ratusan rumah warga hilang dan rusak berat akibat bencana alam tersebut. "Kami minta warga agar waspada jika curah hujan lebat dengan intensitas tinggi, terlebih malam hingga dinihari," ujarnya.

Menurut Febby, saat ini daerah rawan bencana banjir di Kabupaten Lebak tersebar di 12 kecamatan dan tanah longsor di 16 kecamatan.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam itu mencapai hingga ribuan kepala keluarga dengan tofografi perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.

Untuk mengantisipsi bencana alam, warga sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman jika curah hujan meningkat. (don)

Kapolda banten cek kesiagaan petugas bencana alam

Loading...

Related Post