Cek Fakta! Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Wanita Mandul, Hoaks atau Bukan?

Cek Fakta! Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Wanita Mandul, Hoaks atau Bukan?
Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Editor : Donald Jakarta Style — Kamis, 4 Maret 2021 11:59 WIB
terasjakarta.id


Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sejumlah vaksin sudah dipesan pemerintah Indonesia dan saat ini yang sedang dipergunakan adalah vaksin Sinovac buatan China.

Berbagai kontroversi dan informasi hoaks sempat ramai saat vaksin Sinovak mulai digunakan namun akhirnya dipatahkan dan dinyatakan sebagai hoaks. Kini, menjelang.

Kini, menjelang pemberlakuan vaksin Pfizer, ada sebuah  klaim  yang menyebutkan vaksin  Covid-19 buatan Amerika Serikat dapat menyebabkan sterilisasi pada wanita telah menyebar di media sosial Twitter.
Salah satu pengguna Twitter dengan nama akun   @QComState, mengunggah narasi itu, menuliskan klaim vaksin Covid-19 membuat mandul berasal dari pernyataan Kepala Penelitian Pfizer. Termuat pula, tautan blog dalam unggahan di Twitter itu. 

Berikut isi unggahan di Twitter yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia:

"Kepala Riset Pfizer: Vaksin Covid Merupakan Penyeteril Wanita ": https://healthandmoneynews.wordpress.com/2020/12/02/head-of-pfizer-research-covid-vaccine-is-female-sterilization/comment-page- 2 / # comment-5341 
Lihat PS artikel itu, vaksin Covid-19 juga akan mensterilkan para PRIA."


Namun, apakah benar vaksin Covid-19 menyebabkan kemandulan?


Penjelasan:
Lembaga pencari fakta asal Ameriksa Serikat,  Snopes menjelaskan,  narasi vaksin Covid-19 menyebabkan kemandulan adalah salah. Disebutkan, narasi yang bersumber dari sebuah blog bernama Health and Money News itu sudah tidak bisa diakses.

Penulis dalam blog itu bernama Michael Yeadon, yang diklaim sebagai Kepala Penelitian Pfizer. Faktanya, Michael Yeadon bukanlah Kepala Penelitian Pfizer. 

Memang Yeadon memang pernah bekerja untuk Pfizer sebagai wakil presiden dan kepala ilmuwan untuk alergi dan pernapasan, tetapi keluar dari perusahaan farmasi itu pada 2011, menurut informasi biografi Yaedon di blog "Lockdown Skeptics". 

Dalam blog Health and Money News disebutkan, Yeadon dan dokter Jerman Wolfgang Wodarg mengirim surat ke European Medicines Agency (EMA), meminta penghentian uji klinis vaksin COVID-19 Pfizer di Uni Eropa.

Dalam surat tersebut, Wodarg dan Yeadon menyatakan vaksin Pfizer memblokir protein yang merupakan kunci dalam pembentukan plasenta pada mamalia. Mereka mengklaim ada kemungkinan wanita yang menerima vaksin tersebut menjadi tidak subur.

Namun, baik Michael Yeadon dan Wolfgang Wodarg tidak pernah menunjukkan bukti penelitian sebagaimana diklaim dalam surat itu.

Perusahaan obat Pfizer dikutip dari Antara menepis isu tersebut dan mengatakan tidak ada masalah keamanan yang signifikan yang diamati selama studi vaksin.

Uji klinis Pfizer yang telah melibatkan puluhan ribu sukarelawan, menunjukkan vaksin itu 95 persen efektif dan tidak menghasilkan efek samping yang serius.

 

Berikut daftar vaksin Corona yang dibeli Indonesia:

  1. Sinovac

- 3 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi
- 122 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk
- 100 juta dosis masih opsional

  1. Novavax

- 50 juta dosis vaksin
- 80 juta dosis masih opsional

  1. COVAX/GAVI

- 54 juta dosis vaksin
- 54 juta dosis vaksin masih opsional

  1. AstraZeneca

- 50 juta dosis vaksin dalam finalisasi
- 50 juta dosis vaksin masih opsional

  1. Pfizer/BioNTech

- 50 jua dosis vaksin dalam finalisasi
- 50 juta dosis vaksin masih opsional (don)

 



 

Cek fakta vaksin covid-19 bisa bikin wanira mandul hoaks atau bukan

Loading...

Related Post