Ternyata Begini Alasan Istri atau Perempuan Lebih Suka Mengalah

Ternyata Begini Alasan Istri atau Perempuan Lebih Suka Mengalah
ilustrasi perempuan cenderung mengalah atau menhindar dari konflik (Ist)
Editor : Donald Jakarta Style — Senin, 1 Maret 2021 15:53 WIB
terasjakarta.id


Kebanyakan wanita selalu mengalah dan menghindari dari sebuah konflik. Mungkin kita menganggap ini sebagai hal yang biasa.  Ternuata masalah ini memiliki kajian dari sisi psikologis.

Seperti yang diungkapkan  pakar Psikolog klinis dari Ciputra Medical Center dan Smart Mind Center Frisca Melissa Iskandar, M.Psi. Ia  menjelaskan bahwa perempuan memiliki kecenderungan naluriah untuk mengutamakan kepentingan orang lain, utamanya kepentingan keluarga yakni anak dan suami.
"Ada dua faktor yang mendorong perilaku tersebut yakni internal dan eksternal. Faktor internal karena ada yang namanya dorongan untuk memiliki self image yang positif," kata Frisca dalam webinar peluncuran UOB Lady's Account pada Senin (1/3/2021).

Menurut Frisca, faktor eksternal itu adalah peran perempuan sebagai ibu atau istri yang memang lazimnya menjadi pengayom rumah tangga. Perempuan cenderung menginginkan citra diri yang positif sehingga terkadang rela mengalah.

Lebih jauh dosen di LSPR Jakarta itu menjelaskan, menurut Abraham Maslow, ada hierarki kebutuhan yang harus dipenuhi agar individu bisa bisa merasa sejahtera dan utuh.

Mengutip tokoh psikologi asal Amerika Serikat itu, Frisca menjelaskan kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hierarki, manusia memenuhi kebutuhannya secara berjenjang.

"Manusia akan berusaha memenuhi satu jenjang kebutuhan terlebih dahulu. Setelah jenjang pertama terpenuhi, maka manusia akan mencoba memenuhi kebutuhan yang ada di jenjang berikutnya," kata Frisca.

Pertama adalah kebutuhan fisiologis. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar atau kebutuhan primer, seperti makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal.

Manusia akan memenuhi kebutuhan fisiologis terlebih dahulu sebelum ia beranjak ke kebutuhan berikutnya. Sebab, kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling kuat dan mendesak pemenuhannya.

Kedua adalah kebutuhan rasa aman yang meliputi kebutuhan keamanan dan perlindungan dari bahaya fisik dan emosi.

Ketiga kebutuhan sosial yang meliputi kebutuhan kasih sayang, rasa memiliki, bersosialisasi, penerimaan, dan persahabatan.

Keempat kebutuhan penghargaan meliputi faktor-faktor internal seperti harga diri, otonomi, dan prestasi serta faktor-faktor eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.

Kebutuhan penghargaan atau disebut juga kebutuhan untuk aktualisasi diri merupakan hak untuk memperoleh dan kewajiban untuk meraih atau mempertahankan pengakuan dari orang lain.

Lebih lanjut Frisca mengingatkan bahwa meski perempuan cenderung memprioritaskan orang lain, ada baiknya perempuan mementingkan diri sendiri demi kebaikan.

"Itu bukan sikap egois. Itu namanya self love. Perempuan harusnya memenuhi empat hierarki kebutuhan itu dulu sebelum akhirnya kita bisa memenuhi kebutuhan orang lain. Ibaratnya, kita enggak akan bisa mengisi cangkir lain dengan cangkir yang kosong," kata Frisca yang merupakan Miss Grand Indonesia Banten 2019 tersebut.

Terkait dengan memenuhi kebutuhan wanita, UOB merilis tabungan khusus wanita UOB Lady's Account dengan fitur utama memberikan perlindungan penyakit kritis dengan uang pertanggungan Rp2 miliar dengan syarat ada dana mengendap senilai Rp25 juta, serta bebas biaya administrasi dan bunga kompetitif hingga 2 persen. (Sumber Antara/don)



Ternyata begini alasan istri atau perempuan lebih memilih mengalah

Loading...

Related Post