Imbas Insiden di kafe RM, Polri Tindak Anggota yang Masuk Tempat Hiburan Malam

Imbas Insiden di kafe RM, Polri Tindak Anggota yang Masuk Tempat Hiburan Malam
Karo Pemas Div Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono
Editor : Admin News — Jumat, 26 Februari 2021 16:38 WIB
terasjakarta.id - Peraturan tegas diterapkan Polri bagi anggotanya yang masuk tempat hiburan malam. Hal tersebut imbas dari insiden penembakan yang dilakukan Bripka CS di Kafe RM, beberapa waktu lalu.

Demikian ditegaskan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Dikatakan Rusdi, nantinya dalam pengawasan tersebut pihaknya akan melibatkan Propam dan inspektorat.

"Ada mekanisme pengawasan internal Polri, yaitu melalui Inspektorat dan Propam. Jika ada perilaku anggota yang melanggar ketentuan, Propam akan melakukan tindakan terhadap anggota yang melanggar," kata Rusdi, Jumat (26/2/2021).

Rusdi mengatakan pihaknya juga meminta bantuan masyarakat untuk melapor jika melihat polisi yang masuk ke tempat hiburan. Dari laporan itu, pihaknya akan memeriksa langsung ke lapangan.

"Mekanismenya, melalui adanya laporan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti laporan tersebut. Dan mekanisme berikutnya anggota Propam turun ke lapangan memantau perilaku anggota di lapangan," ujar Rusdi.

"Benar itu (masyarakat tinggal lapor kalau lihat polisi mabuk)," sambungnya.

Sebelumnya, pelarangan polisi masuk tempat hiburan itu disampaikan oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Tidak hanya itu, Propam Polri juga akan menertibkan polisi yang minum minuman keras serta menyalahgunakan narkoba.

"Selanjutnya, Propam Polri akan melakukan penertiban terhadap larangan anggota Polri untuk memasuki tempat hiburan dan meminum minuman keras, termasuk penyalahgunaan narkoba," ujar Sambo melalui keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021) kemarin.

Tak hanya itu, Sambo mengatakan pihaknya akan mengecek track record dari setiap anggota Polri, termasuk prosedur pemegang senjata api di setiap wilayah. Pengecekan ini termasuk tes psikologis, latihan menembak, hingga catatan perilaku setiap anggota.

"Propam Polri melakukan pengecekan kembali prosedur pemegang senjata api di seluruh jajaran dan wilayah, baik tes psikologi, latihan menembak, dan catatan perilaku anggota Polri," terangnya.

Sebelumnya, insiden penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat, mengakibatkan empat korban, tiga di antaranya tewas. Oknum polisi Bripka CS jadi tersangka.

Dalam kondisi mabuk, tersangka Bripka CS menembak empat orang. Sebanyak tiga orang tewas di tempat, sedangkan satu orang dirawat di RS. (adt)

Penembakan Kafe RM Bripka CS Polri

Loading...

Related Post