Ayo ke Kampung Kite! Setu Babakan

Ayo ke Kampung Kite!  Setu Babakan
Sa;ah satu keiatan di kampung Betawai, Setu Babakan (Foto: Pemprov DKI)
Editor : Donald Traveling — Jumat, 26 Februari 2021 09:47 WIB
terasjakarta.id


Setu Babakan merupakan tempat terkenal di Jakarta yang menghadirkan cagar budaya Betawi. Tempat wisata ini juga sudah diubah menjadi perkampungan khas masyarakat Betawi.

Dahulunya,  Setu Babakan merupakan daerah resapan air yang dibangun di wilayah Jakarta Selatan. Namun setelah dirubah menjadi tempat wisata budaya, lokasi ini menjadi semakin ramai oleh pengunjung. Terutama bagi para pengunjung yang ingin mempelajari kehidupan khas masyarakat Betawi.

Perkampungan budaya Betawi ini didirikan pada tanggal 18 Agustus 2000 melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 tahun 2000 yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu yaitu Sutiyoso

Situ Babakan merupakan danau buatan dengan area 30 hektare (79 akre) dengan kedalaman 1-5 meter dimana airnya berasal dari  Sungao Ciliwung dan saat ini digunakan sebagai tempat wisata alternatif, bagi warga dan para pengunjung.

Taman di sekitarnya ditanami dengan beragam pohon buah-buahan yaitu Mangga, Palem, Melinjo, Rambutan, Jambu, Pandan, Kecapi, Jamblang, Krendang, Guni, Nangka Cimpedak, Nam-nam, dan Jengkol.

Banyak kuliner khas Betawi terdapat disini, antara lain Kerak Telor, Toge Goreng, Arum Manis, Rujak Bebek, Soto Betawi, Es Potong, Es Duren, Bir Pletok, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Lontong Sayur, dll.

Wisata budaya yang disajikan antara lain rumah-rumah khas Betawi yang dibagi menjadi 3 macam, pertama rumah Betawi gudang atau kandang, kedua rumah Betawi Kebaya atau Bapang, dan yang ketiga adalah rumah Joglo, hampir serupa dengan rumah khas Yogyakarta.

Keseniannya berupa Lenong, Tari Topeng, Tanjidor, Marawis, Gambang Kromong, Tari Lenggang Nyai, dan Tari Narojeng.

Upacara Adat yang ada di perkampungan Betawi Setu Babakan adalah Penganten Sunat, Pindah Rumah, Khatam Qur'an, dan Nujuh Bulan.

Mayoritas penduduk di Setu Babakan adalah Betawi, dengan program dari pemda DKI untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada untuk mengakomodasi kebutuhan ruang terbuka hijau, serta area untuk resapan air, setu babakan berbenah diri dengan dukungan penuh dari pemda DKI

Fungsi dari Setu ini bukan hanya untuk tempat melestarikan kebudayaan betawi yang makin tergerus oleh zaman, tetapi digunakan juga sebagai tempat alternatif rekreasi yang berlokasi di selatan jakarta. selain fungsi utamanya sebagai penampung air resapan untuk selatanJjakarta,

Sampai dengan saat ini untuk masuk kawasan Setu Babakan tidak dikenakan biaya masuk, namun bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor dan mobil dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Bagi peseda dan pejalan kaki tidak dikenakan biaya apapun.


Memancing merupakan alternatif kegiatan lain yang bisa dilakukan di Setu Babakan. Apalagi, setu ini di kelilingi pepohonan asri yang teduh untuk dijadikan lokasi memancing. Yang menarik lagi, pepohonan tersebut merupakan berbagai pohon buah khas Betawi, seperti pohon melinjo, pohon kecapi, buah buni, dan pohon buah-buahan lain yang semakin sulit ditemui di Jakarta.

Sambil memancing, pengunjung juga bisa menyaksikan kegiatan para penambak ikan air tawar di sekitar Setu Babakan. Berbagai ikan air tawar seperti ikan mas dan lele. Jika lelah, terdapat berbagai pendopo tempat istirahat lengkap dengan berbagai menu makan dan minuman khas Betaw.

Setu Babakan selalu ramai dikunjungi setiap sore, terlebih di akhir pekan. Selain murah, Setu Babakan juga dianggap sebagai tempat yang tepat untuk berwisata bersama keluarga dan melepas kepenatan. Di Setu Babakan, pengunjung bisa berwisata sambil mengenal kekayaan budaya Betawi yang mulai tergerus modernisasi. 

Masyarakat Setu Babakan sendiri sehari-hari berbicara dengan logat Betawi yang unik, yang merupakan campuran dari dialek Melayu dipengaruhi oleh Bahasa Bali dan Hokien dengan tata bahasa dan kosa kata berasal dari China. 

Para wisatawan juga dapat berinteraksi dengan ramah bersama orang Betawi dan menikmati music tradisional seperti rebana, Keroncong dan Samroh yang sebagian besar dipengaruhi oleh Portugis dan Arab.

Pada tahun 2016, Perkampungan Budaya Betawi ini mulai membuat museum Betawi yang megah dengan perpaduan warna dan terdiri dari tiga lantai. Walaupun museum ini masih bisa terbilang baru, tapi sudah banyak menyimpan kebudayaan Betawi. 

Museum ini juga menyimpan berbagai perlengkapan khas suku dan budaya Betawi seperti alat musik tanjidor, wayang golek, topeng, sepeda onthel, baju adat Betawi, ondel-ondel, batik Betawi, dan juga lukisan hasil karya seniman Betawi. Di belakang museum terdapat amfiteater. Di sekelilingnya ada rumah-rumah khas Betawi.  Yuk, Kemapung Kite, Setu Babakan (don/bebagai sumber)

Ayo ke kampung kite setu babakan

Loading...

Related Post