Tak Perlu Malu, Ini Tips Beli Barang-barang Mewah Bekas

Tak Perlu Malu, Ini Tips Beli Barang-barang Mewah Bekas
Ilustrasi penampilan dengan barang mewah seken (Ist)
Editor : Donald Jakarta Style — Jumat, 26 Februari 2021 03:58 WIB
terasjakarta.id


 

Setiap orang pasti berangan-angan bisa mengenakan fashion  mewah seperti pakaian, tas, sepatu, aksesori dan lainnya. Hanya saja, harga yang tinggi jadi kendala dan membuat orang- berpikir dua kali jika ingin membeli barang mewah. Dari alasan tersebut, sebuah ide muncul dari pelaku industri fashion untuk menjual barang mewah tapi bekas. Penjualan barang bekas ini dipercantik dengan sebutan yang lebih menarik yakni Preloved  yang artinya barang mewah seken.

Bagi Anda yang tertarik membeli barang-barang mewah dan premium bekas atau preloved luxury goods seperti sepatu, jam tangan, dan tas sebaiknya memperhatikan sejumlah hal agar tak justru merugi lantaran misal tertipu kualitas barang.
Zeta Bags, salah satu pemberi layanan jual dan beli preloved luxury goods  seperti dikutip dari Antara menyebutkan enam hal yang harus Anda perhatikan ketika membeli atau titip jual barang

 

  1. Pastikan adanya pelayanan terpercaya sepertilifetime money back guarantee untuk memastikan barang yang sudah dijual kepada konsumen otentik.
  2. Anda juga perlu memastikan sistem pembelian aman dan terpercaya, tahu keaslian dengan mengetahui kualitas barang dan kategori barang.
  3. Calon pembeli atau menjual bisa melihat produk melalui website terintegrasi yang tersedia. Zeta Bags menerapkan empat kategori preloved luxury brands yaitu perfect, never been used, like new, dan preloved.
  4. Calon pembeli atau menjual bisa melihat produk melalui websiteterintegrasi yang tersedia.
  5. Selanjutnya, jika Anda adalah penyedia jasa penjualan dan pembelian barang sebaiknya memilikistorage yang tersistem dan penuh kehati-hatian, sistem consignment yang terstruktur dan komprehensif dengan prosedur yang sudah diatur dalam consignment terms dan harus disetujui kedua belah pihak
  6. Terakhir, pastikan juga adanya proses negosiasi yang transparan dengan consignor, sehingga kedua belah pihak sama-sama untung.

Mayoritas preloved luxury goods didistribusikan melalui saluran penjualan offline, diikuti saluran online. Namun, seiring pandemi Covid-19, yang mengharuskan social distancing, saluran online berkembang dengan cepat.
Berbagai platform penjualan preloved luxury goods pun berinvestasi dalam prosedur otentifikasi dan pemeriksaan kualitas untuk memberikan pengalaman berbelanja konsumen yang aman dan terpercaya.

Tak Perlu Malu

Bagi  Anda yang ingin tampil mewah namun teradang harganya yang selangit, tak perlu malu membeku barang preloved 

Menurut Sabrina Joseph, pemilik toko barang preloved HuntStreet, membeli barang preloved sama dengan menyelamatkan lingkungan. Pasalnya, siklus hidup barang mewah tersebut menjadi lebih panjang.

"Kita justru harus bangga karena bantu agar barang tidak langsung dibuang di landfill," ujar Sabrina di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Membeli barang preloved juga semestinya tidak lagi dianggap tabu. Selain membantu bumi, kemungkinan Anda mendapatkan barang yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain semakin besar.

"Dari 2015 sampai sekarang, (HuntStreet) growing a little bit. Awalnya memang agak sulit, tapi sekarang jual dan beli barang bekas bukan lagi hal tabu," kata dia.

Sabrina mengungkapkan tak semua barang preloved yang dititipkan untuk dijual adalah barang bekas pakai. Banyak pula barang baru yang bisa didapatkan di sana.

"Mereka salah beli atau setelah beli, mereka nggak mau pakai. Daripada sayang disimpan saja, mending dijual lagi," kata dia. (don)

 

 

Tak perlu malu ini tips barang mewah bekas

Loading...

Related Post