Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Lebaran dan Natal 2021

Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Lebaran dan Natal 2021
ilustrasi (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Rabu, 24 Februari 2021 10:06 WIB
terasjakarta.id

Pemerintah memutuskan memangkas jumlah cuti bersama tahun 2021 dari semula berjumlah 7 hari menjadi 2 hari. Kebijakan itu diambil sebagai salah satu langkah memutus mata rantai covid-19.

Keputusan itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bersama Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) di Jakarta pada Senin (22/2/2021).

Hasil keputusan rapat dituangkan dalam tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 281/2021, Nomor 1/2021, Nomor 1/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 642/2020, Nomor 4/2020, Nomor 4/2020 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021.

"Dalam SKB sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja," bilang Menko PMK Muhadjir Effendi.

Adapun 5 hari cuti bersama yang ditiadakan yakni, 12 Maret dalam rangka peringatan Isra' Mi'raj, lalu cuti bersama hari raya Idul Fitri 1442 H pada 17,18, dan 19 Mei, terakhir tanggal 27 Desember dalam rangka peringatan Hari Raya Natal. Sementara cuti bersama yang tetap yakni pada 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021.

Alasan utama pemangkasan cuti bersama mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19. Sebab, selama ini panjangnya waktu libur yang diberikan justru memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendatangi kerumunan. Sehingga, dengan pengurangan hari libur ini diharapkan mobilisasi bisa dihindari. 

"Oleh karena itu, Pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat," kata Muhadjir. (gerbangjakarta.poskota.co.id/tan)



Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Lebaran dan Natal 2021

Loading...

Related Post