Empat Hari Pasca-Instruksi Kapolri, Polda Banten Limpahkan Perkara Mafia Tanah’

Empat Hari Pasca-Instruksi Kapolri, Polda Banten Limpahkan Perkara Mafia Tanah’
Petugas Polda banten mengumpulkan sertifikat yang dipalsukan
Editor : Donald Rumah Rakyat — Selasa, 23 Februari 2021 02:42 WIB
terasjakarta.id


Hanya selang empat hari Kapolri menginstruksikan pemberantasan mafia tanah, Polda Banten konkret membuktikannya. Setelah memroses tiga tersangka, Senin (22/2/21) Subdit Harta Benda Ditkrimum Polda Banten melimpahkan perkaranya ke Kejaksaan Tinggi Banten untuk proses selanjutnya.

Kapolda Banten, Irjen Pol Dr. Rudy Heriyanto mengatakan, ketiga tersangka kasus mafia tanah tersebut yaitu SJ, SD, dan LJ.

Mereka  diduga melakukan pemalsuan akte jual beli (AJB) Nomor 231/2019 tanggal 11 Februari 2019, atas tanah seluas 2.676 meter persegi di  Blok 001 miliki Apipah (53) di Kampung Kramat, Desa Sindangheula,  Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Direskrimum Polda Banten, Kombes Pol Martri Sonny mengungkapkan, dari ketiga  tersangka ternyata JS (46) adalah   ASN si Ekbang Kec. Pabuaran. Sementara  SD (49) selaku pemberi blangko AJB sekaligus pembeli dan LJ (61) yang mengaku sebagai ahli waris atas tanah tersebut.

"Bener, perkara berikut tiga tersangkanya telah kami serahkan ke Kejati hari ini," kata Kombes Pol. Martri Sonny

Menurut Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi ketiga tersangka  dijerat oleh pasal berbeda. Tersangka SJ dijerat Ps. 263 ayat 1 dan/ atau Ps. asal 264 ayat 1 KUHP. Tersangka SD dijerat pasal 263 ayat 2 dan atau 264 ayat 2 KUHP, sedangkan LJ dijerat pasal 263 KUHP Jo pasal 55 KUHP. Mereka terancam  pidana enam tahun penjara sudah.

Lebih lanjut Edy Sumardi menegaskan,  Polda Banten serius untuk menangani kasus-kasus  Mafia Tanah termasuk pemalsuan terkait kepimilikan ranah.

"Kami berkomitmen untuk memberantas kejahatan  mafia tanah, dengan dugaan apapun itu seperti melakukan tindak pidana pemalsuan Akte Jual Beli (AJB)," kata Edy.

Ia mengimbau siapa pun warga yang merasa telah haknya telah terkangkangi hak atas tanahnya, dapat segera mengadu Polda Banten yang telah membuka Posko Pengaduan Korban Mafia Tanah. (don).

 

Empat hari pasca-instruksi kapolri polda banten limpahkan perkara mafia tanah

Loading...

Related Post