Pulau Bidadari (2): Merekatkan Cinta di Pohon Jodoh, Hingga Berenang dengan Lumba-lumba

Pulau Bidadari (2): Merekatkan Cinta di Pohon Jodoh, Hingga Berenang dengan Lumba-lumba
Berenang dengan lumba-lumba menjadi salah satu curi khas paket wisata di Pulau Bidadari (Ist)
Editor : Donald Traveling — Senin, 22 Februari 2021 16:12 WIB
terasjakarta.id


Lantaran menjdi salah satu pulau yang pernah dihuni Belanda, peninggalan-peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Di resor ini memang ditawarkan untuk menginap sembari bersantai menikmati suasana laut.

Karena letaknya berdekatan dengan Jakarta, banyak pengunjung yang datang sekadar berwisata sehari atau tidak menginap yang lebih dikenal dengan One Day Tour. Saat ini untuk paket One Day Tour, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas antar pulang ke pulau dari dermaga Marina Ancol, makan siang, water sport (banana boat / water sofa), kunjungan ke tiga pulau terdekat yakni pulau khayangan, Onrust dan Kelor), sepeda dan tiket Fantastik Eco-park Parade di Taman Impian Jaya Ancol.

Pengunjung yang datang di sini selain ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut, juga ingin melihat bangunan-bangunan bersejarah yang berada di Pulau Bidadari.

Untuk bisa sampai ke Pulai Bidadari dibutuhkan kurang lebih 30 menit dari Dermaga Marina Ancol dengan menggunakan speedboat yang berangkat pada jadwal tertentu.  

Selain bisa menyaksikan barang-barang peninggalan sejarah, ada sejumlah keitimewaan lainnya yang  ditawarkan oleh pulau ini. Berikut beberapa obyek wisata yang bisa Anda nikmati di Pulau Bidadari seperti dikutip dari pulauseributraveling.id:

 

  • Berkunjung ke pohon jodoh

Seperti layaknya jembatan cinta di pulau Tidung yang memiliki mitos, Bidadari juga memiliki pohon jodoh yang sering dijadikan tempat untuk berfoto. Mitosnya, siapapun yang berfoto dibawah pohon ini akan memiliki hubungan percintaan yang awet. Sebenarnya pohon ini merupakan pohon kepuh yang usianya sudah ratusan tahun karena telah ada sejak Belanda datang dan menjajah Indonesia. Batangnya terlihat sangat kokoh dan begitu besar sehingga tidak heran jika banyak wisatawan yang akan berfoto disini meskipun harus mengantri.

  • Melihat peninggalan Belanda yang bersejarah

Anda juga akan menikmati beberapa peninggalan Belanda yang bersejarah mengingat pulau ini sebelumnya memang telah dikatakan sebagai pulau bersejarah di pulau Seribu. Salah satu peninggalan bersejarah yang patut untuk Anda lihat adalah benteng Martello. Benteng ini dulunya dibangun untuk melindungi dan mengawasi pulau Onrust namun sekarang dijadikan sebagai tempat untuk pre-wedding. Terdapat pula bom meriam dan andong yang digunakan oleh para penjajah Belanda jaman dulu ditinggalkan di pulau ini.

  • Berenang dengan lumba-lumba

Jangan Anda berpikir bahwa berenang dengan lumba-lumba hanya ada di dalam film saja. Di pulau ini, Anda juga bisa berenang langsung dengan para lumba-lumba yang tidak dapat dilakukan di beberapa pulau lainnya. Ini merupakan fasilitas yang diunggulkan oleh pengelola pulau ini namun tetap harus membayar dan juga mengikuti jadwal sebab berenang dengan lumba-lumba ini tidak dapat Anda lakukan kapan saja.

 

  • Menikmati wisata Air

Bila ingin berwisata air maka bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano atau kayak laut dan sejumlah aktivitas lainnya seperti memancing dan berenang di pantai.

Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekadar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan.

Bila pengunjung hendak menyeberang ke Pulau Onrust, pengelola pulau menyediakan speedboat kecil untuk mengantar (don/berbagai sumber)

 

 

Pulau Bidadari (2) merekatkan cinta di pohon jodoh hingga berenang dengan lumba-lumba

Loading...

Related Post