Nama-Nama Bulan di Betawi, Syuro Sampai Haji

Nama-Nama Bulan di Betawi, Syuro Sampai Haji
Ilustrasi bulan
Editor : Potan Jakarta Style — Minggu, 21 Februari 2021 15:04 WIB
terasjakarta.id

Orang Betawi selain memakai kalender masehi, akrab juga dengan tahun hijriah (Islam). Lagu Benyamin S berjudul Hujan Gerimis menjadi salah satu bukti orang Betawi akrab dengan kalender hijriah. Dalam lirik lagunya memakai kata sawal. Syair lagunya berbunyi, "Eh ujan gerimis aje. Ikan bawal diasinin. Eh jangan menangis aje. Bulan syawal mau dikawinin."

Yup, walaupun memakai kalender hijriah, orang Betawi punya nama sendiri untuk nama-nama bulannya. Abdul Chaer, penulis buku-buku Betawi mengatakan, ia pernah berbincang tentang penyebutan nama bulan di Betawi dengan almarhum babe Irwan Syafii (mantan Lurah Setiabudi, dan anggota Dewan Pendiri Lembaga Kebudayaan Betawi). 

Hasil perbincangan itu dituliskan Abdul Chaer dalam buku Folklor Betawi. Hal senada berkaitan dengan nama bulan di Betawi tertulis juga di Ensiklopedi Jakarta. 

Berikut nama bulan di Betawi:

  1. Bulan Syuro atau Syure (Muharam) 
  2. Bulan Sapar (Syafar)
  3. Bulan Maulud (Rabiul Awal) 
  4. Bulan Seri Maulud (Rabiul Akhir)
  5. Bulan Merentet Mula (Jumadil Akhir)
  6.  Bulan Merentet Pengabisan (Jumadil Akhir) 
  7. Bulan Rejeb (Rajab) 
  8. Bulan Rowah (Sya'ban) 
  9. Bulan Puasa (Ramadhan) 
  10. Bulan Sawal (Syawal)
  11. Bulan Hapit/Apit (Zulkaedah) 
  12. Bulan Haji (Zulhijjah) 

Nama bulan tersebut berkait erat dengan perayaan atau acara yang dilakukan orang Betawi. 

Menurut Abdul Chaer pada perayaan 1 Syuro/Syure orang Betawi biasa membuat bubur merah dan putih. Lalu pada 10 Syuro diperingati sebagai hari ngusap anak yatim atau hari anak yatim. 

Orang Betawi yang berkecukupan pada momen itu mencari anak yatim untuk mengusap kepalanya dan memberikan (menyantuni) dengan uang dalam jumlah tertentu.

Nah, bulan Maulud, tepatnya 12 Maulud (Rabiul Awal) diperingati dengan acara maulid Nabi Muhammad. 

Orang Betawi dahulu memperingati maulid Nabi tidak dengan menghadirkan penceramah, tapi membacakan sejarah Nabi, seperti baca Barzanji atau membaca kitab Sarafal Anam.

(sumber: gerbangjakarta.poskota.co.id)

 

Nama-Nama Bulan Betawi Syuro Sampai Haji

Loading...

Related Post