Ribuan Polisi dan TNI Turun Tangan dalam Banjir di Jakarta

 Ribuan Polisi dan TNI Turun Tangan dalam Banjir di Jakarta
Ribuan personel TNI dan Polri dikerahkan guna membantu korban banjir Jakarta (Foto: Detik.com)
Editor : Donald News — Minggu, 21 Februari 2021 14:59 WIB
terasjakarta.id


Ribuan Personel Polri dan TNI juga ikut dikerahkan dalam penanganan banjir di Jakarta selama beberapa hari terakhir ini. Mereka ikut mengevakuasi maupun membantu warga yang terdampak banjir.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan yang disampaikan Minggu (21/2/2021) mengatakan, personel TNI-Polri melakukan evakuasi, membuat posko dan dapur darurat, sekaligus melakukan pengawasan penerapan standar protokol kesehatan.

"Ribuan personel Polri dan juga TNI, sudah dikerahkan untuk membantu para warga yang mengalami kebanjiran," kata Argo.

Untuk banjir di wilayah hukum DKI Jakarta, Polda Metro Jaya mengerahkan 2.556 personel dengan dibantu oleh Korbrimob Mabes Polri sebanyak 20 personel.

Mereka membantu warga yang kebanjiran di sejumlah titik. Salah satunya adalah di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, lengkap dengan perahu karet.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi seluruh jajaran yang telibat dalam penanganan banjir yang melanda Ibu Kota pada Sabtu (20/2/2021) lalu. Penghargaan itu disampaikannya melalui cuitan pada akun resmi Anies di twitter.

"Alhamdulillah, pagi ini ruas-ruas jalan yang tergenang luapan Kali Krukut sudah dapat dilintasi seperti biasa. Apresiasi setinggi-tingginya atas usaha, kerja dan kolaborasi seluruh jajaran dalam merawat dan menjaga Jakarta," demikian cuitan Anies.

Pada tautan di akun facebook-nya Anies menerangkan penyebab banjir Jakarta bukan hanya dari curah hujan di Jakarta melainkan debit air yang bertambah karena hujan di kawasan Depok atau hulu.

Berikut cuitab resmi Gubernur Anies melalui twitter:

Dampak luapan aliran kali Krukut bukan hanya di Jalan Sudirman, tetapi juga di Jalan Kemang, Jalan Widya Chandra, serta Jalan Tendean. Luapan Kali Krukut ini ditengarai menampung pertambahan debit air dari hujan lokal dari kawasan Depok, Jawa Barat. Artinya penambahan debit air bukan dari hujan lokal di kawasan Kemang atau Jalan Sudirman, melainkan di kawasan antara hulu dan Jakarta.

Jadi curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut yang melintang melintasi Jalan Jendral Sudirman. Di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI. Lalu mengalir ke Sudirman. Jadi kemarin adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok.

Sejak pagi hingga malam tadi jajaran Pemprov DKI Jakarta telah melakukan upaya untuk membersihkan sampah di aliran sungai dan mengerahkan pompa mobile baik di kawasan Sudirman maupun di Kemang yang menjadi aliran kali Krukut untuk selanjutnya dialirkan ke Banjir Kanal Barat (BKB). Meskipun harus menunggu karena BKB masih menampung kiriman air dari daerah hulu.

Apresiasi setinggi-tingginya atas usaha, kerja dan kolaborasi seluruh jajaran dalam merawat dan menjaga Jakarta ketika menghadapi cuaca ekstrem. Kerja mereka seringkali tak tampak oleh publik luas, tak dirayakan media, tapi manfaatnya kita rasakan.

Teman-teman juga bisa ikut #JagaJakarta dengan melaporkan masalah di lingkungan sekitarnya lewat aplikasi JAKI. Don)

 

 

 

Ribuan polisi tni turun tangan dalam banjir jakarta

Loading...

Related Post