Sebanyak 31 % Nakes di Jakarta Gagal Divaksin

Sebanyak 31 % Nakes di Jakarta Gagal Divaksin
Petugas vaksinator menyiapkan vaksin CoronaVac dari Sinovac di RSUD Cengkareng, Jakarta (Foto:Liputan6)
Editor : Donald Balaikota — Kamis, 18 Februari 2021 11:57 WIB
terasjakarta.id


Sebanyak 31 % tenaga kesehatan (nakes) di DKI Jakarta gagal menjalani vaksinasi Covid-19 dengan berbagai alasan. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Menurut Riza Patria. nakes yang gagal atau tidak bisa divaksin Covid-19 di Jakarta sebanyak 31%. Mereka gagal divaksi karena termasuk kategori nakes lansia, nakes penyintas Covid-19, dan nakes yang memiliki penyakit komorbid.

“Ada 3% nakes lansia, 13% nakes penyintas, 15% belum layak vaksin karena memiliki penyakit komorbid, hamil. Inilah yang tidak mendapatkan vaksin totalnya sebanyak 31% dari nakes yang ada,” ujar Ariza di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Lebih jauh wakil Gubernur dari Gerindra ini menjelsakan, total nakes yang sudah divaksin Covid-19 untuk dosis pertama, kata Ariza, sebanyak 101.920 atau 90,8%. Sementara dari dosis yang kedua sudah mencapai 52,2 persen atau 58.571 nakes.

“Jadi total dosis satu dan dua sudah mencapai 160.491 dosis. Sementara vaksin yang sudah diterima itu sebanyak 223.320 dosis,” ungkap dia.

Riza Patria yang akrab disapa Ariza ini menegaskan bahwa, pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah pusat dalam program vaksinasi Covid-19. Pemprov DKI Jakarta, kata dia, hanya melaksanakan apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat.

“Tentu kami bersyukur bahwa masyarakat Jakarta mendapatkan vaksin gratis, dukungan, bantuan dari Pak Presiden, pemerintah pusat. Dan juga memang kami berterima kasih juga dimungkinan adanya vaksin gotong royong. Sehingga bagi saudara kita yang mungkin ingin lebih cepat, lebih dulu memiliki kelebihan rezeki bisa membantu sesama mengikuti program vaksin gotong royong,” pungkas Ariza. (don)


Sebanyak 31 % Nakes di Jakarta Gagal Divaksin

Loading...

Related Post