Ayo Memasak! Resep dan Cara Membuat Roti Buaya Betawi, Roti Nikmat Simbol Cinta

Ayo Memasak! Resep dan Cara Membuat Roti Buaya Betawi, Roti Nikmat Simbol Cinta
Roti buaya, roti khas betawai (Ist)
Editor : Donald Jakarta Food — Kamis, 18 Februari 2021 01:25 WIB
terasjakarta.id


Roti buaya adalah kue yang lezat khas dari Betawi. Roti buaya bisanya digunakan dalam acara pernikahan yang menggunakan adata Betawi. Pihak mempelai laki-laki akan datang ke rumah mempelai perempuan membawa roti yang berbentuk buaya ini. Buaya digambarkan sebagai sosok yang setia pada pasangannya. Biasanya kue ini memiliki ukuran kurnag lebih 50 cm.

Kehadiran roti buaya dalam pernikahan adat betawi dipengaruhi oleh datangnya bangsa Eropa ke Indonesia. Jika orang Eropa menunjukkan cinta dengan memberi bunga, maka orang Betawi menganggap perlu ada simbol lain untuk menyatakan cinta. Maka dipilihlah roti dengan bentuk buaya inilah sebagai simbol dari cinta.

Bentuk buaya dipilih karena perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Dan masyarakat Betawi meyakini hal itu secara turun temurun. Roti Buaya ini dibuat sepasang, yang betina ditandai dengan roti buaya kecil yg diletakan di atas punggungnya atau di samping. Maknanya adalah kesetiaan berumah tangga sampai beranak cucu.

Awal dibuat roti buaya dibuat dengan tekstur yang keras dan sengaja dibiarkan sampai membusuk. Hal ini menyimbolkan bahwa pasangan yang menikah langgeng hingga akhir hayat. Namun seiring dengan perubahan zaman, roti buaya dibuat dengan tekstur lebih lembut sehingga dapat dimakan. Roti buaya pun dibagi-bagi kepada kerabat yang belum menikah dengan harapan dapat segera menyusul untuk menikah.

Rroti buaya sekarang ini sudah beda dengan dulu. Awalnya roti buaya dibuat  dengan adonan yang tawar naming kini dibuat manis dengan isian cokelat, keju, atau selai buah-buahan, sesuai selera  dan teksturnya empuk dan lembut. Ukurannya juga beragam, dari yang panjang hingga versi kecil yang tentunya jauh lebih praktis untuk dimakan.

Pada pernikahan Betawi zaman sekarang, roti buaya kadang dibagikan kepada para tamu setelah acara pernikahan selesai. Para tamu akan menikmati roti buaya dengan mencelupkannya ke dalam sirup.

Nah, sekarang sudah tahukan filosofi roti buaya dalam pernikahan Adat Betawi. Apakah Anda ingin mencoba membuatnya di rumah. Berikut Terasjakarta akan merangkumnya untuk Anda. Ayo memasak!

Bahan-bahan

500 gr terigu protein tinggi

100 gr gula pasir

100 gr margarin

1 bungkus ragi instan

50 gr susu bubuk full cream

4 butir kuning telur

200 ml air

Cara membuat

  1. Campurkan ragi dan air, aduk hingga larut, tambahkan telur, aduk rata. masukkan terigu, gula dan margarin lalu uleni hingga kalis;
  2. Tutup adonan dengan kain dan diamkan selama 1 jam hingga adonan mengembang;
  3. Kempiskan adonan dan isi dengan isian sesuai selera. Bentuk adonan menjadi bentuk buaya. Buat sisik, mulut dan mata buaya dengan menggunting permukaan adonan. Diamkan roti selama 15 menit;
  4. Olesi roti dengan campuran kuning telur dan air. Panggang hingga matang sekitar 10 hingga 15 menit dalam oven bersuhu 150 derajat Celsius;
  5. Angkat adonan dan sajikan segera (don)

 

 

 

 

Ayo memasak resep cara membuat roti buaya betawi roti nikmat symbol cinta

Loading...

Related Post