Sudah Berusia 50 Tahun, Gedung Planetariun di TIM Bertahan di Tengah Gempuran Pandemi

Sudah Berusia 50 Tahun, Gedung Planetariun di TIM Bertahan di Tengah Gempuran Pandemi
Suasana dalam gedung pertunjukan bintang Planetarium Jakarta. (ist)
Editor : Donald Traveling — Rabu, 17 Februari 2021 14:32 WIB
terasjakarta.id


Meski tak memiliki wisata alam yang indah sebagai konsekuensi dari Kota Metropolitan, bukan berarti Kota Jakarta sepi akan tempat wisata. Selain kawasan wisata modern, di Jakarta banyak tersebar wisata taman hingga lokasi-lokasi wisata yang bersifat edukuasi dan beraroma sejarah.

Salah satu lokasi wisata edukasi adalah Planetariun yang berada di kawasan Jakarta Pusat.  Di sana kalian  bisa berwisata sambil  mempelajari dunia astronomi.  

Tapi taukah Anda kalau usia Planetarium ini sudah setengah abad atau 50 tahun? Gedung mewah nan megah yang berada di Cikini ini menarik perhatian untuk dikunjungi. Lokasinya, di Jalan Cikini Raya, masih di komplek Taman Ismail Marzuki (TIM).

Ingin tahu seperti apa Planetarium di masa Pandemi Covid-19? Mari kita simak cerita berikut ini.

Gedung mewah berlantai dua ini sangat disayangkan kini terlihat sepi, padahal dahulunya pengunjung bisa mencapai 1.000 orang per harinya dengan harga tiket yang terjangkau yaitu berkisar dari Rp 7.000 – Rp 12.000 saja.

Ternyata yang menjadi faktor utamanya ialah Pandemi Covid-19. Sesuai dengan arahan dari Gubernur DKI Jakarta bahwa dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Planetarium ini tutup sejak April 2020 lalu. 

Selain terlihat sepi, Planetarium ini akan direnovasi dan berkaitan juga dengan lima puluh tahunnya usia bangunan ini. 

Renovasi gedung ini berdasarkan hasil dari Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan oleh pengurus dan juga seniman dari berbagai daerah di Indonesia.

Kini Planetarium mulai dikosongkan, peralatan-peralatan  mulai  dipindahkan ke Teater Jakarta. 

Namun, ada hal unik dari renovasi Planetarium kali ini lho, yang tetap dijaga bentuk aslinya karena bangunan ini merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan yaitu Ruang Pertujukan Teater Bintang.

Ruangan ini merupakan identitas dari Planetarium itu sendiri. Karena dapat mengajak pengunjung untuk mempelajari dan mengenal berbagai materi-materi di luar bumi. Wah menarik sekali ya!

Koordinator Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium Widya Sawitar mengatakan bahwa banyak warga yang ingin berkunjung dan sudah menanyakan jadwal kepastian Planetarium dibuka kembali.

Akhirnya, dibuat berbagai webinar yang dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat yang tertarik dengan astronomi ini, bahkan ada yang mengikuti acara ini dari daerah Jayapura, Papua lho.

Menurut Widya, banyak sisi positif dengan adanya Pandemi Covid-19 yang juga berpengaruh terhadap Planetarium ini, ternyata tanpa disadari banyak masyarakat yang minat dengan astronomi.

Hal yang tambah menariknya lagi ialah ada lebih dari 50 komunitas astronomi di Indonesia yang ikut serta dalam webinar.

“Ternyata komunitas astronomi di Indonesia itu banyak, lebih dari 50 komunitas,” kata Widya,  Kamis (16/2/2021).

 Namun, ia juga memiliki program untuk tetap melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah yang kerap melakukan kunjungan ke Planetarium, ia berharap juga setelah renovasi berakhir, programnya pun berjalan dengan baik seperti sedia kala.

Dikarenakan adanya renovasi untuk keseluruhan Planetarium ini, diperkirakan akan berakhir renovasinya menjelang akhir tahun dibulan November 2021 nanti.

Wah, makin nggak sabar ya untuk lihat Planetarium setelah direnovasi akan sebagus apa? Ditunggu dulu ya, pembaca setia Poskota. (poskota.co.id/don)

 

Sudah berusia 50 tahun gedung planetarium di tim bertahan di tengah gempuran pandemi

Loading...

Related Post