Kakek 73 Tahun, Ngaku Profesor, Eks Ajudan Soekarno dengan Pangkat Letjen TNI, Taunya Cuma Penipu!

Kakek 73 Tahun, Ngaku Profesor, Eks Ajudan Soekarno dengan Pangkat Letjen TNI, Taunya Cuma Penipu!
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin memperlihatkan barang bukti yang disita dari IG (73) (Foto: Antara)
Editor : Donald News — Rabu, 17 Februari 2021 04:00 WIB
terasjakarta.id

Meski sudah terbilang uzur, namun IG (73) tetap melanglang buana melakukan penipuan dengan modus memiliki surat-surat berharga. Namun, sepak terjang kakek ini berakhir di kantor polisi. IG diciduk

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Pusat

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanudin, Selasa (16/2/2021)  malam mengatakan, tersangka melakukan penipuan dengan

modus memiliki surat utang senilai 2 miliar dolar AS dan 15 miliar dolar Hongkong atau setara Rp54 triliun lebih.
Dalam aksinya, mengincar korbannya dengan mengaku-ngaku sebagai orang  berpengaruh yang tengah membutuhkan bantuan untuk mencairkan surat utang.
"Kepada korbannya dia mengaku sebagai seorang purnawirawan dengan pangkat Letjen dari satuan Angkatan Udara. Dia juga mengaku sebagai mantan ajudan Presiden Pertama RI Sukarno. Di samping itu IG juga mengaku bergelar profesor," ujar Burhanudin.

Lenbih jauh Burhanduin menjelaskan,  kejadian bermula saat korban berinisial J diajak berkenalan oleh IG yang mengaku memiliki relasi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar. J mulai percaya dan  diminta untuk untuk mencairkan surat hutang berupa bank note dari bank HSBC oleh IG.

Kepada J, IG mengaku bank note miliknya itu senilai 15 miliar dolar Hongkong. Di samping itu IG pun menambah permintaan agar J bisa mencairkan dananya untuk block of fund miliknya di BNI yang diakuinya bernilai 2 miliar dolar AS.

"IG membuat perjanjian seakan-akan setelah dana-dana itu setelah dicairkan dalam waktu dua bulan. Dana itu bisa dibagi dua. Nantinya untuk korbannya 50 persen, sisanya untuk tersangka," ujar Burhanuddin.

Karena J terlanjur mempercayai dengan IG, ia pun terpedaya dan memberikan uang sejumlah Rp 20 juta kepada tersangka yang diakui tersangka sebagai dana penjaminan.
Setelah sadar dananya tak kembali dan IG menghilang tanpa kabar akhirnya J melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Polisi melakukan penelusuran dan menemukan fakta bahwa baik bank note maupun block of fund yang dimiliki IG hanyalah kebohongan.  IG akhirnya diringkus oleh tim dari Unit Reskrimsus Polres Metro Jakarta Pusat dan ditemukan berbagai barang bukti unik dan aneh dari tersangka.

Ada pun barang- barang yang diamankan adalah korek api berbentuk pistol yang diakui IG kepada korbannya sebagai senjata yang digunakan saat menjadi ajudan Sukarno, lalu beberapa keris palsu yang dibalut dengan warna emas, hingga tumpukan uang mainan nominal Rp 100 ribu dengan stiker bertulisan 'Om telolet Om'.

"Atas perbuatannya tersangka IG kita jerat  dengan pasal 378 dan pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan. Ancamannya empat tahun kurungan penjara," ujar Burhanuddin dikutip dari Antara (don)

 

Kakek 73 tahun ngaku profesoo eks ajudan soekarno pangkat Letjen TNI taunya penipu

Loading...

Related Post