Tips Berwisata ke Kota Tua, Berikut Eksplor Keindahannya

 Tips Berwisata  ke Kota Tua, Berikut Eksplor Keindahannya
Museum Bahari salah satu spot wisata di Kota Tua (Ist)
Editor : Donald Traveling — Rabu, 17 Februari 2021 02:37 WIB
terasjakarta.id


Bagi Anda yang tinggal di Jakarta pasti sudah tidak asing lagi dengan tempat wisata yang satu ini. Kota Tua menghadirkan konsep wisata menarik yang sarat akan nilai sejarah pada setiap bangunan dan arsitektur yang dihadirkannya.

Destinasi wisata di kota tua  sepertu dilansir  kelloggsnyc.com,    sangat fareatif dengan cerita sejarahnya yang begitu menarik. Namun tentunya tidak akan membuat kalian bosan. Untuk para traveler yang belum pernah mengunjungi kota tua, berikut beberapa eksplor keindahan kawasan kota tua dan tips jika Anda memilih berwisata ke tempat ini

  1. Museum 3D Kota Tua Jakarta

Bagi para remaja yang menginginkan suatu hal berbau milineal maupun sejarah, kota tua juga memiliki fasilitas menarik yaitu museum 3 dimensi. Museum 3D ini menyediakan 7 zona tema yaitu laut, satwa, lukisan, dinosaurus, rutinitas, horor dan juga petualangan.

Terdapat puluhan latar unik untuk berfoto. Selain itu juga di museum ini terdapat Rumah Kaca bagi pengujung yang bosan dan menginginkan sensasi hiburan lainnya. Museum 3D ini dibuka sudah cukup lama pada tanggal 7 Desember 2018. Sekitar 800 pengunjung perharinya. Penasaran?

  1. Museum Fatahilah

Objek wisata ini melekat dan tidak bisa dipisahkan lagi dengan kota tua. Bahkan jika kalian membuka pencarian dalam google maka 80% foto yang keluar adalah Museum Fatahilah. Awal mula gedung ini adalah dulunya merupakan balai kota pada zaman VOC. Selain itu juga sebagai ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah.

Musium Fatahilah memiliki barang-barang bersejarah sekitar 23.500 koleksi baik asli maupun hanya replika. Disini kalian dapat melihat berbagai macam koleksi sejarah seperti replika peninggalan Kerajaan Tarumanegara dan Pajajaran. Terdapat furnitur antik, keramik, gerabah, prasasti dan lainnya.

  1. Museum Bank Indonesia

Awal mula gedung ini dibangun dulunya digunakan sebagai rumah sakit yang bernama Binnen Hospital. Kemudian pada tahun 1828 beralih fungsi menjadi sebuah bank yang bernama De Javashe Bank (DJB).

Pada tahun 1953 era setelah kemerdekaan, bank ini di nasionalisasikan menjadi Bank Sentral Indonesia atau sering dikenal dengan sebutan Bank Indonesia. Setelah operasional BI pindah ke gedung baru pada tahun 1962, gedung yang lama di lestarikan menjadi Museum Bank Indonesia dan diresmikan tanggal 15 Desember 2006.

Didalam gedung juga terdapat ruangan teater dengan kapasitas sekitar 40 tempat duduk. Biasanya teater tersebut memutar film sejarah perbankan dan peran Bank di Indonesia.

  1. Stasiun Kereta Api Kota

Selain digunakan sebagai stasiun KRL, stasiun kota juga merupakan sebuah objek wisata. Disini pengunjung dapat merasakan suasana yang berbeda dibandingkan dengan stasiun-stasiun lainnya. Karena bangunan ini bergaya tempo dulu dan terlihat antik.

Pada tahun 1929 stasiun kerena ini dibangun dan diresmikan oelh Gubernur Jenderal pada saat itu. Lebih istimewanya bangunan ini masuk kedalam cagar budaya yang dilindungi kelestarian peninggalan bersejarah.

  1. Art Street Kota Tua Jakarta

Pada saat kita berjalan di kawasan kota tua, kalian akan menemukan suasana yang unik yaitu Art Street. Art Street merupakan sebuah pertunjukan para seniman jalanan, nama umumnya sering dikenal dengan sebutan pengamen.

Pada umumnya pengamen dikota lain mungkin hanya bernyanyi, namun disini berbagai macam pengamen seperti pelukis, cosplay, dan ada juga pantomin. Menariknya pengunjung bisa juga berfoto bersama patung tokoh sejarah, patung yang bisa berganti gaya.

  1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Tujuan wisata menarik lainnya di Kota Tua Jakarta adalah di Pelabuhan Sunda Kelapa. Pada masa dahulu pelabuhan ini sering menjadi tempat persinggahan oleh kapal asing. Sekitar abad ke-5 pelabuhan ini digunakan sebagai lokasi untuk kegiatan berdagang.

Walaupun tempat ini sudah tidak seramai dahulu pada masa kejayaan Sunda Kelapa, namun masih banyak juga wisatawan yang berkunjung untuk melihat Kapal Pinishi, yaitu sebuah kapal angkut indonesia. \

 

  1. Museum Wayang

Museum ini awalnya bernama Hollandsche, yang dibangun pada tahun 1640. Museum Wayang disini memiliki banyak macam jenis bentuk wayang asli Indonesia. Bukan hanya wayang asli Indonesia saja yang ada di Museum ini, melainkan juga wayang dari negara lain seperti Thailand, Tiongkok, Kamboja hingga Suriname.

Selain melihat berbagai bentuk wayang, disini kalian juga dapat melihat pagelaran pertunjukan wayang. Pagelaran wayang ini dilaksanakan rutin pada setiap bulannya, biasanya diselenggarakan pada minggu ke-2 atau ke-3.

  1. Museum Bahari

Museum ini terdiri dari beberapa bangunan yang tahun pembuatannya berbeda-beda, dimulai pada tahun 1652 dan akhir pembangunan tahun 1771. Sejak awal adanya bangunan ini sampai berakhirnya penjajahan belanda bangunan ini digunakan sebagai gudang.

Tembok yang mengelilingi bangunan terlihat sangat kokoh. Pada bagian atas pagar terdapat pos untuk mengintai musuh dan juga terdapat sebuah lorong yang biasanya digunakan untuk melakukan patroli keliling.

Di lokasi ini pengunjung dapat meilihat armada pertahanan laut milik Indonesia pada tempo dulu, serta mempelajari kemaritiman. Beragam koleksi berada di museum ini, mulai dari jangkar kapal laut, meriam, teropong, navigasi perkapalan, serta miniatur kapal nelayan. Selain itu juga terdapat Matra TNI AL dari masa ke masa.

  1. Toko Merah

Disekitar Jl. Kali Besar kota tua terdapat sebuah bangunan unik berwarna merah yang dijadikan sebagai cagar budaya. Bangunan ini sekarang dikenal dengan sebutan Toko Merah. Bangunan ini dulu adalah sebuah toko milik warga Tionghoa.

Bangunan ini dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron Van Imhoff dengan sebuah konsep rumah besar dan megah. Pada masa penduduk jepang gedung ini berfungsi sebagai gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang. Kemudian setelah Indonesia merdeka berpindah tangan menjadi milik PT Satya Niaga tahun 1964.

Pada tahun 1977 berubah menjadi PT Dharma Niaga. Kemudian pada tahun 1990-an Toko Merak dijadikan sebagai cagar budaya. Gedung ini sudah melewati restorasi dan sekarang difungsikan sebagai gedung serba guna serta pameran.

  1. Jembatan Kota Intan

Jembatan Kota Intan merupakan jembatan modern tertua di Indonesia. Jembatan ini dibangun pada tahun 1628 pada masa pemerintahan VOC. Pada awalnya jembatan ini diberi nama Engelse Burg atau Jembatan Inggris. Menggunakan nama ini karena terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur Jembatan.

Kemudian pada tahun 1628- 1629 jembatan ini mengalami kerusakan parah yang disebabkan oleh pasukan Banten yang menyerang Mataram, dan dibangun lagi oleh VOC dengan nama baru menjadi Hoenderpasarburg atau Jembatan Pasar Alam.

Dengan warna yang merah gelap dan juga arsitektur yang sangat unik, jembatan ini sangat bagus jika dijadikan sebagai background untuk berfoto. Jika kalian kesini lebih bagus datang pada waktu malam hari karena dilengkapi dengan hiasan kerlip lampu yang indah.

 

Tips Wisata di Kota Tua Jakarta

Ketika kalian berkunjung jalan-jalan di kawasan kota tua, ada beberapa saran yang sebaiknya kalian perhatikan. Agar tidak mengganggu dalam menikmati liburan akhir pekanmu. Berikut macam-macam tips yang perlu diperhatikan:

  • Jika mau kesini sebaiknya datang pada hari kerja agar tidak terlalu ramai.
  • Jika kamu kesini pada waktu akhir pekan datanglah lebih pagi agar kalian dapat berfoto dengan bebas.
  • Jangan lupa akan barang bawaan kalian, mengingat kawasan ini selalu ramai pengunjung maka potensi untuk melakukan tindak pencurian cukup besar.
  • Gunakanlah pakaian yang nyaman dan hindari pakaian yang gelap, karena wisata ini terkenal daerah panas. Jika memungkinkan bawalah kipas atau kipas elektrik.
  • Jangan lupa juga memakai tabir surya guna melindungi kulit kalian dari teriknya matahari secara langsung.

Sebelum berlibur pastikan merancang dengan baik wisata mana yang akan kalian tuju. Sehingga liburan jadi terasa sangat menyenangkan. Namun jangan khawatir karena di Kota Tua Jakarta juga memiliki banyak fasilitas menarik yang wajib dikunjungi.

Nah, demikian diatas merupakan sedikit cerita tentang sejarah dan berbagai spot menarik di Kota Tua Jakarta. semoga saja tempat ini dapat dijadikan sebagai pilihan liburan akhir pekan kalian, baik bersama keluarga maupun teman dekat. Semoga bermanfaat. (Don)

 

 


Tips berwisata Kota Tua berikut eksplor keindahannya

Loading...

Related Post