Wagub DKI Klaim Penyebaran Covid-19 di Jakarta Terkendali

Wagub DKI Klaim Penyebaran Covid-19 di Jakarta Terkendali
Wagub DKI, Ahmad Ariza Patria
Editor : Didit Balaikota — Selasa, 16 Februari 2021 10:37 WIB
terasjakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, penyebaran COVID-19 di Jakarta terkendali. Meski dari data nasional kasus COVID-19 di Ibu Kota tertinggi.

Dirinya pun meminta masyarakat untuk melihat tingkat kesembuhan yang tinggi dan angka kematian yang rendah.

“Lihat dong angka kesembuhan tinggi di 90 persen (293.538 orang) dan angka kematian turun 1,6 persen (4.895 orang),” kata Ariza, sapaan akrab Ahmad Riza di Balai Kota DKI, kemarin.

Dalam kesempatan itu, politisi asal Gerindra itu tak menampik kasus aktif di Jakarta masih tinggi, mencapai 17.120 orang hingga Minggu (14/2/2021). Pasalnya, penyebaran virus tidak mudah diredam karena selalu berkembang dengan cepat, sementara penanganan yang dilakukan pemerintah dilakukan secara bertahap.

"Penyebaran virusnya tidak mudah diredam karena mereka berkembang dan bertambah seperti deret ukur, sedangkan kemampuan kami seperti deret hitung. Jadi nggak bisa mengejarnya," ujar Ariza.

Walau demikian, kata dia, pemerintah menggiatkan upaya 3T yaitu testing (pengetesan), tracing (pelacakan) dan treatment (pengobatan). Peningkatan 3T ini juga dianggap menjadi pemicu bahwa kasus COVID-19 cenderung terlihat tinggi.

Pengetesan dan pelacakan yang kian masif, ujar dia, tentu membuat kasus COVID-19 jadi semakin ditemukan. Apalagi di kalangan orang tanpa gejala (OTG), karena mereka terpapar namun tidak disertai batuk, flu dan demam pada umumnya.

“Semakin banyak testing yang dilakukan, maka semakin kelihatan (penyebaran virus). Kalau kami ingin mengurangi jumlah COVID-19 di atas kertas mudah saja, tinggal nggak usah ada testing satu hari hasilnya langsung nol, padahal kan faktanya ada,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Ariza kembali mengingatkan warganya untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sekalipun pemerintah pusat telah menggiatkan vaksinasi COVID-19, kepatuhan terhadap prokes tetap dianggap mutlak.

“Jadi, langkah 3M, 4M atau 5M itu semua sesuatu yang baik dan harus kita laksanakan. Kami di Jakarta ini ingin masyarakat sadar dan taat bukan karena ada aturan dan aparat yang banyak, tapi lebih pada kesadaran kita,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan (prokes) seperti kebutuhan sehari-hari selayaknya kita memakai baju, bernapas, makan-minum dan tidur,” tambbahnya. (adt)

Wagub Ariza Politisi Gerindra Penyebaran Covid-19 Pemprov DKI

Loading...

Related Post