Tilep Dana Bansos Pakai Identitas Orang Meninggal, Staf Desa di Bogor Terancam 5 Tahun

 Tilep Dana Bansos Pakai Identitas Orang Meninggal, Staf Desa di Bogor Terancam 5 Tahun
Ilustrasi dana bansos. (Antara)
Editor : Donald Berita Anda — Selasa, 16 Februari 2021 02:36 WIB
terasjakarta.id


Oknum Staf  di Desan Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogorp LH (32) yang dibekuk karena menilep dana bantuan sosial (bansos) pandemi Covid-19,  terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

Kapolres Bogor AKBP Harun, Senin (15/2/2021) malam mengatakan, pihaknya menjerat LH ketentuan yang ada dalam Pasal 43 ayat 1 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin.

"Dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta," ujar Kapolres

Harun menjelaskan, tersangka yang menjabat sebagai Kasi Pelayanan di Desa Cipinang itu memanipulasi 30 data penerima bansos, sehingga meraup uang senilai Rp 54 juta atau Rp 1,8 juta dari tiap satu akun penerima bansos.

"Pemerintah kan memberikan bantuan setiap bulannya Rp 600.000, dikalikan tiga jadi Rp 1,8 juta per orang," katanya.

Harun menyatakan, LH melakukan aksinya dengan dibantu 15 orang yang masing-masing dibekali dua akun penerima bansos untuk melakukan pencairan di Kantor Pos Cicangkal, Rumpin, Bogor.

Kemudian, sebanyak 15 orang yang mencairkan dana bantuan dengan kertas barcode berisi nomor induk kependudukan (NIK) warga setempat itu, masing-masing dibayar oleh LH senilai Rp 250.000.

"Sementara 15 figuran ini masih berstatus saksi, masih kami dalami. Kalau bukti cukup akan kami tersangkakan," kata Harun. (don)

 

 

Tilep dana bansos pakai identitas orang meninggal staf desa di Bogor terancam lima tahun

Loading...

Related Post