Kasus Helena Lim, Jupiter: Contoh Dinkes DKI Kurang Serius Tangani Covid-19

Kasus Helena Lim, Jupiter: Contoh Dinkes DKI Kurang Serius Tangani Covid-19
Presiden Jokowi meninjau langsung vaksinasi massal di Istirahat Gelora Bung Karno, Kamis (4/2/2021) / ist
Editor : Potan Rumah Rakyat — Senin, 15 Februari 2021 14:11 WIB
terasjakarta.id

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai NasDem, Ahmad Lukman Jupiter nenilai kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta kurang serius dalam menangani masalah covid-19. Padahal menurutnya, anggaran yang diberikan mencapai Rp8 triliun.

Jupiter mencontohkan, seperti kasus 'crazy rich Jakarta Utara' Helena Lim yang mendapatkan vaksin Covid-19 terlebih dahulu padahal dia bukan tenaga kesehatan (Nakes) yang menjadi prioritas penerima vaksin tahap pertama.

"Misalnya membiarkan vaksin diberikan ke puskesmas. Kalau dibiarkan, nanti akan ada orang-orang seperti Helena yang diperjualbelikan vaksin itu. Kan berbahaya sekali," kata Jupiter saat dihubungi, Senin (15/2/2021).

Bendahara Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta itu meminta masyarakat yang ingin mendapat vaksin Covid-19 untuk bersabar. Sebab, saat ini masih banyak nakes yang belum menerima vaksin.

"Masyarakat umum akan diberikan (vaksin) pada waktunya. Jadi yang sekarang ini yang diutamakan tenaga kesehatan. Di DKI Jakarta saja masih banyak nakes yang belum mendapatkan vaksin. Jadi jangan memanipulasi dan membohongi, seolah-olah sebagai nakes lalu minta divaksin. Ingat, Satgas Covid akan memberi sanksi hukum," katanya.

Pemprov DKI sebelumnya telah menelusuri kasus Helena Lim yang divaksin lebih dulu di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pemprov DKI Jakarta mengungkap Helena Lim dan tiga orang lainnya yang divaksin lebih dulu dengan menulis surat keterangan sebagai pegawai apotek.

Kasus Helena Lim Jupiter Contoh Dinkes DKI Kurang Serius Tangani Covid-19

Loading...

Related Post