Polisi Pelajari Laporan terhadap Novel Baswedan

Polisi Pelajari Laporan terhadap Novel Baswedan
Novel Baswedan (Ist)
Editor : Donald News — Jumat, 12 Februari 2021 13:18 WIB
terasjakarta.id


Mabes Polri membenarkan telah  telah menerima laporan terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan terkait cuitannya yang mengomentari meninggalnya Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Saat ini, laporan tersebut sedang dipelajari sebelum ditindaklanjuti.

"Laporan tersebut telah di terima oleh Ka SPKT Bareskrim," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono

Ia menjelaskan, polisi akan mempelajari terlabih dahulu kasus itu. Jadi, sejauh ini belum bisa memberikan keterangan tentang masalah itu..
"Penyidik pelajari dulu kasusnya, dan perkembangan nanti di sampaikan," ucap Rusdi.


Seperti diketahui, laporan terhadap Novel dilayangkan oleh DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK). Novel Baswedan disebut telah melalukan tindak pidana ujaran kebencian terkait dengan cuitannya soal Ustaz Maaher.

Waketum DPP PPMK Joko Priyoski menjelaskan,  laporan itu dibuat lantaran Novel Baswedan diduga telah melalukan tindak pidana ujaran kebencian terkait dengan cuitannya soal Ustaz Maaher.

"Kami melaporkan saudara Novel Baswedan karena dia telah melakukan cuitan di twitter yang telah kami duga melakukan ujaran hoaks  dan provokasi," kata Joko di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021). 

Lebih jauh Joko menjelaskan, pihaknya tidak hanya memnbuat laporan polisi tetapi mendesak Dewan Pengawas KPK untuk menjatuhkan sanksi terhadap Novel
Adapun cuitan Novel Baswedan adalah, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan ustadz. Ini bukan sepele lho..,” cuit Novel Baswedan melalui akun Twitter @nazaqista, Selasa, 9 Februari 2021.

Polisi memastikan Maaher tewas dalam keadaan sakit. Namun, penyakit yang dideritanya tidak bisa diungkap ke publik karena sensitif dan bisa mencoreng nama baik keluarga. 
Ketika meninggal dunia, Maaher berstatus tahanan Kejaksaan. Lantaran, polisi sudah melimpahkan tahap II ke pihak Korps Adhyaksa

Polisi pelajari laporan novel baswedan

Loading...

Related Post