Bongkar Praktik Aborsi di Bekasi, Polisi Amankan Tiga Tersangka

Bongkar Praktik Aborsi di Bekasi, Polisi Amankan Tiga Tersangka
Aborsi (ist)
Editor : Admin News — Rabu, 10 Februari 2021 13:42 WIB
terasjakarta.id - Polisi membongkar praktik aborsi di Kampung Cibitung, Pedurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam kasus ini, petugas menangkap tiga orang, diantaranya dua orang pelaku dan satu pasien.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua pelaku yang diamankan adalah IR dan ST. Keduanya memiliki peran yang berbeda. Serta seorang pasien berinisial RS.

"Kita ungkap kasus praktik aborsi ilegal, di Pedurenan, Mustika Jaya, Bekasi. Ada tiga tersangka yang sudah kita amankan. Pertama saudari IR, ini perannya dia yang melakukan tindakan aborsi," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021).

"Kemudian saudara ST yang merupakan suaminya (IR), ini yang bagian pemasaran, mencari pasien untuk dilakukan aborsi. Kemudian RS perempuan yang juga ibu daripada janin yang dilakukan aborsi," sambungnya.

Dijelaskannya Yusri, pengungkapan kasus praktik aborsi ini dilakukan oleh Subdirektorat 3 Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, yang sebelumnya telah melakukan pengintaian.

Dari pengakuan pelaku IR, dirinya menggugurkan janin bayi, belajar secara otodidak. Dengan pengalaman bekerja disebuah klinik aborsi, IR pun membuka praktik di rumah kontrakannya.

"Dia buka praktik melakukan aborsi ilegal ini di kediamannya. Kita masih dalami karena memang mengaku baru empat hari di rumahnya, tapi sudah lima pasien yang dilakukan aborsi dan yang kelima ini yang ditangkap. Nanti yang lain akan kita telusuri," ujar Yusri.

Yusri menyampaikan, tersangka IR selaku pelaku aborsi tidak memiliki kompetensi sebagai tenaga kesehatan dan bukan dokter.

"Jadi cuma berdasarkan pengalaman, yang bersangkutan pernah bekerja di klinik aborsi juga pada tahun 2000, selama kurang lebih hampir empat tahun. Tugasnya bagian membersihkan. Dari situ dia belajar untuk melakukan tindakan aborsi," terangnya.

Menurut Yusri, tersangka IR hanya menerima pasien yang usia kandungannya di bawah 8 minggu atau sekitar 2 bulan saja.

"Yang bersangkutan tidak berani melakukan tindakan usia kandungan 8 minggu ke atas. Hanya berani 2 bulan saja atau 8 minggu ke bawah. IR ini pernah juga di tahun 2020, bulan September membuka di daerah Bekasi. Sempat satu bulan pengakuannya buka di sana. 15 korbannya tapi yang berhasil dilakukan penindakan aborsi ada sebanyak 12. Kami masih dalami, apakah pengakuan betul atau tidak masih kita dalami," jelasnya.

Yusri mengungkapkan, tersangka ST berperan mencari pasien atau melakukan pemasaran. Modusnya janjian bertemu di suatu tempat, kemudian menyepakati harga. Setelah itu, pasien yang akan melakukan aborsi dibawa ke kediamannya.

"Alat yang digunakan sama dengan seperti tempat dia belajar pada saat ikut kerja di salah satu tempat aborsi ilegal di daerah Tanjung Priok. Jadi tidak sesuai standar kesehatan yang digunakan baik itu kebersihan maupun tindakan kesehatan yang dilakukan," tandasnya. (adt)

Polisi Klinik Aborsi di Bekasi Kriminal

Loading...

Related Post