Hari Pers Nasional 2021, Jupiter: Tidak Ada yang Boleh Halangi Kerja Jurnalis

Hari Pers Nasional 2021, Jupiter: Tidak Ada yang Boleh Halangi Kerja Jurnalis
Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter
Editor : Potan Rumah Rakyat — Selasa, 9 Februari 2021 20:25 WIB
terasjakarta.id

Anggota Fraksi NasDem DPRD DKI, Ahmad Lukman Jupiter meminta Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mengingatkan bawahannya agar tidak menghalangi kerja wartawan.

Menurut pria yang akrab disapa Jupi itu, kerja jurnalistik dilindungi oleh hukum dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Untuk diketahui, sebelumnya seorang wartawan media online yang hendak meliput, dicegat satuan pengamanan (Satpam) puskesmas Kebon Jeruk.

Petugas keamanan tersebut memasang badan dan merentangkan tangannya. Dia berusaha menutupi seluruh jalan masuk ke gedung.

Menurut Politisi NasDem ini, sikap satpam tersebut merupakan tindakan semena-mena dan tidak menghargai rekan wartawan, terlebih saat ini merupakan peringatan Hari Pers Nasional.

“Wah, gak bener ini. (Mereka) tidak menghargai temen-teman media. Harusnya para petugas itu tau tentang keberadaan pers. Apalagi hari ini merupakan hari pers nasional. Saya berharap pak gubernur tau kejadian sekarang,” kata Jupiter saat dikonfirmasi terasjakarta, Selasa (9/2/2021) malam.

“Wartawan punya hak untuk meliput berita, ini parah banget,” tambahnya.

Sebelumnya satuan pengamanan (Satpam) puskesmas Kebon Jeruk memasang badan dan merentangkan tangannya. Dia berusaha menutupi seluruh jalan masuk ke gedung.

“Tanpa persetujuan kepala Puskesmas kami enggak bisa mengizinkan,” kata seorang petugas keamanan, Hery Hartanto, Selasa (9/2/2021).

Petugas itu mengatakan berdasarkan arahan dari Kepala Puskesmas, pihak Puskesmas tidak bisa memberikan pernyataan.

“Semuanya telah dilimpahkan ke Dinkes. Saya hanya menjalankan perintah,” katanya.

Bahkan, ketika hendak melihat alur pelayanan vaksinasi di puskesmas tersebut, petugas itu tetap tidak membuka jalan. “Ke Sudin saja,” ujarnya.

Sementata Kepala Satpam Puskesmas Kebon Jeruk, Samsudin mengatakan semua petugas keamanan telah diberi arahan untuk tidak mengizinkan peliputan di dalam Puskesmas.

“Enggak dibolehin, sudah dipesenin kalo wawancara ke Dinkes saja,” kata Samsudin ketika ditemui di luar kompleks Puskesmas.

“Kalau ngambil gambar dari luar boleh,” tambahnya.

Puskesmas Kebon Jeruk menjadi sorotan setelah seorang warga yang dianggap sebagai salah satu crazy rich Jakarta, Helena Lim, menjalani vaksinasi Covid-19. Helena mengunggah video saat dirinya menjadi peserta vaksin melalui akun Instagram @helenalim899.

“Lagi ngantre vaksin,” kata Helena dalam video di Instagram sambil memperlihatkan KTP dan kartu tanda antrean.(tan)

Hari Pers Nasional 2021 Jupiter Tidak Ada yang Boleh Halangi Kerja Jurnalis

Loading...

Related Post