Mau dapat Penghasilan Tambahan disaat Pandemi ? Ini Caranya

Mau dapat Penghasilan Tambahan disaat Pandemi ? Ini Caranya
Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan disaat Pandemi
Editor : Admin Jakarta Style — Selasa, 9 Februari 2021 15:41 WIB
terasjakarta.id - Penghasilan tambahan saat pandemi Covid-19 memang sangat diperlukan. Disaat banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja karyawannya, penghasilan tambahan menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Tahap tambahan tentu merupakan cara cerdas untuk menyehatkan keuangan kita di masa pandemi ini. Jelas saja, dengan tambahan pemasukan bulanan maka kita bisa mendapat surplus arus kas bersih yang bisa digunakan untuk menabung maupun investasi.

Nilai arus kas bersih dari hasil selisih pemasukan biaya bulanan dan pengeluaran. Jumlah arus kas bersih ideal yang seharusnya dimiliki setiap orang adalah setara dengan 10 ri total pemasukan per bulan, lebih besar tentu lebih baik.

Jadi, jika seseorang memiliki tahap Rp 10 juta, maka jumlah arus kas bersih yang dimiliki orang yang dimiliki adalah Rp 1 juta.

Pada awal Januari 2021, Lifepal telah menggelar program konsultasi keuangan dengan Certified Financial Planner (CFP®). Dari 500 orang partisipan dalam sesi tersebut, 91,38% peserta mengaku memiliki nilai arus kas bersih yang ideal.

Apabila arus kas bersih minus (defisit), hal itu menandakan seseorang memiliki pengeluaran yang lebih besar dari pemasukannya. Alhasil, seorang yang memperhatikan harus mengambil dana dari total aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) untuk memenuhi kebutuhannya atau berutang jika memang tidak lagi memiliki cadangan dana.

Berada dua cara untuk memitigasi masalah defisit arus kas pengeluaran pengeluaran dan mencari sumber pemasukan lain.

Bicara soal menambah pemasukan di masa pandemi, ketahui empat cara yang bisa Anda lakukan beserta risiko-risikonya. Simak ulasan Lifepal, dalam siaran persnya, Minggu, (7/2/2021).

1. Kerja sampingan

Kerja sampingan merupakan salah satu cara efektif untuk menambah jumlah pemasukan per bulan Anda. Akan tetapi tahap tahap yang didapat dari kerja sampingan adalah tahapan aktif atau yang akan memakan waktu, pikiran, dan juga tenaga.

Beberapa di kita mungkin udah mencari sumber pendapatan dari menjadi driver online atau kurir pengantar barang, sementara itu yang lain memilih untuk bekerja paruh waktu antara memanfaatkan situs perantara pekerja lepas dan klien.

Adapun risiko dari kerja sampingan antara lain adalah risiko yang berkaitan dengan fisik dan mental, mulai dari berita, berita, dan stres.

Namun tidak menutup kemungkinan pula seorang mengalami risiko likuiditas terutama bagi mereka yang melakukan kerja sampingan di bidang jasa. Keterlambatan pembayaran dari pihak klien tentu menjadi tekanan emosional yang berujung ke kesehatan finansial seseorang.

Beberapa hal yang harus Anda lakukan jika Anda memilih aktivitas ini sebagai upaya menambah pemasukan adalah, menjaga fisik Anda dengan berolahraga, konsumsi makanan sehat, dan memiliki catatan keuangan untuk setiap tagihan yang Anda bebani ke klien.

2. Usaha sampingan

Selain kerja sampingan, juga usaha atau bisnis sampingan. Bisa dikatakan bahwa tahap dari usaha sampingan bisa jauh melebihi kerja sampingan, namun begitu pula dengan risikonya.

Pada akhirnya tidak sedikit pula yang memilih untuk mengembangkan usaha sampingan menjadi sumber tahap utama, terutama saat ini menghasilkan uang yang jauh lebih besar dibanding pekerjaan di kantor.

Selain waktu, pikiran, dan tenaga, usaha sampingan tentu membutuhkan modal. Sekalipun usaha tersebut hanya berbasis jasa (tidak menjual barang), Anda pun akan membutuhkan modal untuk transportasi atau kuota internet untuk biaya operasional.

Tak dipungkiri pula, risiko terbesar usaha sampingan selain fisik dan mental adalah modal. Kekurangan modal bisa masuk ke kita menggunakan dana pribadi untuk mempertahankan kelangsungan usaha, jika berkelanjutan secara terus menerus maka risiko likuiditas saja yang bisa Anda alami, keuangan Anda secara keseluruhan juga bisa bertambah.

Bagi Anda yang memiliki usaha sampingan, maka alangkah baik untuk memanfaatkan aplikasi akuntansi dan pencatatan keuangan agar Anda bisa lebih mudah melihat segala sesuatu yang bersumber dari bisnis Anda.  

3. Investasi dalam instrumen pendapatan tetap

Instrumen investasi pendapatan tetap seperti deposito atau surat utang negara swasta akan memberikan hasil tetap setiap bulannya. Penghasilan dari investasi pun tergolong sebagai tahap pasif, yang artinya bisa didapat tanpa waktu, pikiran, dan tenaga.

Namun perlu diketahui dengan baik bahwa besar kecilnya imbal hasil investasi ini sangat ditentukan dengan modal investasinya. Selain itu, investasi ini juga hanya bisa dilakukan dengan cara bayar atau bayar.

Meski deposito perbankan bisa ditarik kapan saja, ingatlah bahwa sebelum jatuh tempo bisa terkena penalti, dan meski beberapa surat utang bisa dijual di pasar sekunder, ingat pula harga tersebut bisa turun. Oleh karena itu, berhati-hatilah ketika Anda menempatkan dana, jika dana yang ditempatkan besar, risiko risiko pun bisa terlalu besar.

Bila Anda memang merekomendasikan menggunakan instrumen ini untuk menambah pemasukan, uang yang digunakan adalah uang dingin dan selalu ingat, Anda harus tetap memiliki aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) setara 15-20? Ri kekayaan bersih.

Pastikan, jumlah imbal hasil yang sudah setelah dipotong pajak final yang dapat digunakan untuk membayar beberapa kebutuhan biaya hidup per bulan seperti tagihan internet, air, listrik, atau yang lainnya.

4. Perdagangan saham

Trading saham tidak sama dengan investasi saham. Pedagang akan melihat sebuah saham layaknya komoditas yang harganya naik turun dan memanfaatkan momen itu untuk melakukan transaksi jangka pendek.

Keuntungan perdagangan jangka pendek tentu bisa membantu menyehatkan arus kas bersih kita, namun di sisi lain risikonya pun tinggi. Karena, volatilitas harga saham dalam jangka pendek cukup tinggi dan tidak akan bisa ditebak.

Bukan hanya modal yang harus Anda siapkan untuk bisa menjadi pedagang, melainkan juga mental dan pengalaman. Seorang yang belum mengenal saham dengan baik tentu tidak dapat melakukan ini.

Bagi Anda yang ingin melakukan hal ini, kuasailah ilmu analisis teknikal dengan baik. Secara sederhana, analisis teknikal adalah teknis analisis yang menangani pengaturan pola-pola seperti data pasar, harga saham, dan volume transaksi saham.

Tentukan pula target laba dan stop loss serta siapkan waktu untuk memantau selama jam perdagangan berlangsung.

Itulah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menambah sumber pemasukan bulanan. Pada intinya, tidak ada satupun pekerjaan yang tanpa risiko.

Kenalilah diri Anda baik mulai dari kesibukan Anda saat ini, keterampilan-keterampilan Anda dan lain-lain, hingga profil risiko investasi Anda.

Namun yang juga tak kalah penting adalah melihat kemana larinya pengeluaran-pengeluaran kita setiap bulan. Kemungkinan besar, hanya dengan mengurangi beberapa pengeluaran yang kurang penting saja, kita sudah memiliki nilai arus kas bersih yang baik dan tidak butuh kerja sampingan. (adt)


Bisnis Kiat Sukses Saat Pandemi

Loading...

Related Post