Kosmetik Pemutih Wajah Dicampur Pewarna Makanan, Dijual Bebas ke Masyarakat, Sudah Dua Tahun Beroperasi

Kosmetik Pemutih Wajah  Dicampur Pewarna Makanan,  Dijual Bebas ke Masyarakat, Sudah Dua Tahun Beroperasi
Polda Jawa Barar memperlihatkan barang bukti komestik palsu (Foto: Antara)
Editor : Donald Rumah Rakyat — Senin, 8 Februari 2021 13:18 WIB
terasjakarta.id


Lokasi pembuatan kosmetik illegal yan sudah dua tahun beroperasi dan dijual bebas ke masyarakat digerebek  Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Di tempat ini para pelaku memproduksi  kosmetik pemutih wajah yang dilakukan secara konvensional yang bisa berbahaya bagi penggunanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan produksi kosmetik ilegal itu sudah beroperasi kurang lebih sejak dua tahun lalu. Dari kasus itu, kata dia, polisi menangkap seorang tersangka berinisial YS.

"Dijualnya di toko-toko dan pasar-pasar, produksinya sudah dilakukan kurang lebih dua tahun, yang sudah beredar sudah disita di daerah Padalarang kebanyakan," kata Rudy di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin. (8/2/2021)

Menurut Rudy,  produksi kosmetik ilegal tersebut memiliki omzet sebesar Rp55 juta dalam satu bulannya. Sedangkan satu paket kosmetik pemutih ilegal tersebut memiliki harga Rp35 ribu per satu paket.

Adapun modusnya, kata Rudy, pelaku membeli bahan baku krim dari wilayah Jakarta Barat. Kemudian bahan baku itu menurutnya dicampur dengan pewarna makanan yang berwarna pink dan berwarna kuning.

Proses pencampuran, jelas Rudy seperti dikutip dari Antara,  bahan bakunya dilakukan secara manual atau diaduk oleh pelaku. Kemudian setelah jadi, bahan tersebut dikemas oleh pelaku ke wadah kosmetik, lengkap dengan merk dan juga label yang sudah dicetak.

"Dikemasnya menggunakan hologram warna kuning emas. Kemudian ada tanda juga untuk krim siang dan krim malam," kata Rudy.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti mulai dari satu tong krim berwarna putih, satu galon berisi cairan, tiga buah pewarna, dan alat produksi lainnya.

Adapun polisi menerapkan kepada tersangka yakni Pasal 197 Jo Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 dan atau Pasal 62 Tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman 15 tahun penjara. (Don)


Kosmetik pemutih wajah dicampur pewarna makanan dijual bebas masyarakat dua tahun beroperasi

Loading...

Related Post