Ini Pantangan Jelang Imlek dan Makna Membersihkan Vihara Serta Simbol Bersih-bersih Diri

Ini Pantangan Jelang Imlek dan Makna Membersihkan Vihara Serta Simbol Bersih-bersih Diri
Ilustrasi membersihkan vihara dan patung jelang imlek (Foto: liputan6)
Editor : Donald Jakarta Style — Senin, 8 Februari 2021 12:28 WIB
terasjakarta.id


Masyarakat keturunan Tionghoa terutama yang beragama Budha, menyambut Hari Raya Imlek adalah momen yang ditunggu-tunggu. Setiap menjelang Imlek, mereka biasanya mengisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya dengan membersihkan vihara atau klenteng dan  patung-patung dewa yang ada di dalamnya. Merekapun menghiasinya dengan lampion beraneka warna. Biasanya, didominasi oleh warna merah dan keemasan.

 

Momen ini biasanya melibatkan banyak umat, namun karena  saat ini adanya pandemi Covid-19, kini aktivitas tersebut dilaksanakan tanpa mengundang keramaian atau dilakukan dengan jumlah orang yang terbatas.

 

Pada hakikatnya, bersih-bersih vihara jelang Imlek ini adalah bagian dari refleksi diri,  menjaga diri dan pribadi umat Budha. “Maknanya sebetulnya untuk refleksi diri untuk membersihkan diri sendiri, dengan tulus. Sebetulnya itu yang diajarkan
 

Menurut pengurus Vihara Amurva Bhumi yang berlokasi di Jalan Pasar Lama, Jatinegara, Jakarta Timur, Andreas, makna bersih-bersih menjelang Imlek bukan hanya momen untuk membersihkan vihara saja, tapi juga membersihkan diri dari tindakan atau perilaku buruk.

"Yang diutamakan dalam norma ibadah adalah kita membersihkan diri kita dari faktor hal atau perbuatan yang kurang baik,” kata Andreas dikutip dari Poskota.co.id

“Jadi kita mengoreksi apakah diri kita di tahun yang lampau banyak berbuat yang tidak baik. Maka, kita harus mengubahnya di tahun yang akan datang," tandasnya.

Pembersihan diri itulah, menurut dia menjadi makna sejati dari aktivitas bersih-bersih yang biasanya dilaksanakan.

"Yang kita pentingkan adalah internal pribadi kita, kita usahakan diri kita itu menjadi lebih baik dalam berperilaku," ujarnya.

 

Makna Imlek dan Pantangan

Sekadar diketahui  Imlek mulai dirayakan di hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa, dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelimabelas. Setiap tradisi memiliki makna tersendiri. Berikut ini urutan tradisi perayaan Imlek berikut makna yang terkandung di dalamnya.

Biasanya, sebelum Imlek mereka yang merayakan sudah mulai membersihkan rumah, mendekor ulang rumah, serta membayar atau melunasi utang. Membersihkan rumah, misalnya, mengandung makna rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun baru.

Ada sejumlah pantangan pada saat hari raya alias Imlek. Menyapu dan membuang sampah konon akan mengusir rezeki ke luar dari rumah. Mereka juga tak boleh memecahkan piring. Jika tak sengaja memecahkannya, mereka harus cepat-cepat mengucapkan sue sue phing an, yang artinya “setiap tahun tetap selamat”.

Layaknya tradisi Lebaran, masyarakat Tionghoa mengenakan pakaian baru. Biasanya berwarna merah atau warna terang lainnya. Warga Tionghoa percaya pentingnya penampilan dan sikap baru yang optimistis menghadapi masa depan. (don)

 

Pantangan Jelang Imlek Makna membersihkan Vihara sImbol bersih diri

Loading...

Related Post