DPRD DKI: Lockdown Akhir Pekan Bukan Solusi Atasi Covid-19

DPRD DKI: Lockdown Akhir Pekan Bukan Solusi Atasi Covid-19
Ilustrasi Bundaran Semanggi (ist)
Editor : Potan Rumah Rakyat — Jumat, 5 Februari 2021 18:07 WIB
terasjakarta.id

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total dan lockdown akhir pekan yang diusulkan pakar epidemiologi bukan solusi dalam menekan mata rantai penyebaran Covid-19 di Jakarta.


Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Rasyidi mengatakan, langkah yang tepat adalah melakukan pengawasan secara ketat konsep yang sudah ada yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Harus ada penindakan secara tegas bagi yang kedapatan melanggar aturan PPKM.

"Saya rasa PPKM sudah tepat, lakukan pengawasan secara ketat. Tidak ada lagi yang namanya pusat perbelanjaan atau apapun yang boleh melanggar, ini yang terjadi malah semakin kendor. Dulu batas toko tutup jam 7 malam, eh sekarang malah jadi jam 8 malam, itu namanya setengah hati," kata Rasyidi di gedung DPRD DKI, Jumat (5/2/2021).

Lebih lanjut wakil ketua Komisi C itu menambahkan, apabila lockdown di terapkan akhir pekan akan percuma. Ia beralasan warga biasanya kalau libur akan berada di rumah.

"Lockdown akhir pekan tidak akan efektif, biasanya banyak masyarakat libur tidak akan keluar rumah, sebab hari sebelumnya mereka sudah capek bekerja. Kalau mau lockdown sekalian hari kerja," tegas Rasyidi.

"Saat ini peran serta masyarakat harus di tingkatkan dalam mencegah penularan covid ini. Salah satu contoh, masyarakat yang berada dalam suatu lingkungan harus melakukan pencegahan masing-masing wilayah. Harus ada kesepatan bersama diantara masyarakat. Pembatasan kegiatan warga dalam suatu wilayah perlu dikurangi, harus ada petugas yang mencegah warga untuk berpergian apabila memang tidak terpaksa," pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengaku akan mempertimbangkan usulan epidemiologi agar Jakarta melakukan lockdown pada akhir pekan. Sebab PSBB total sebelumnya pernah diterapkan pada April 2020 ketika pandemi COVID-19 mulai menerjang Ibu Kota.

“Usulan epidemiologi untuk PSBB ketat seperti dulu tentu menjadi pertimbangan. Kami selalu mempertimbangkan masukan, apalagi dari epidemiologi,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Semua diteliti, dikaji, dihitungkan banyak, R-noutnya bagaimana, kasus aktifnya berapa, persentase kesembuhan, persentase kematian, berbagai fasilitas kita hitung,” jelas Ariza. (tan)



DPRD DKI Lockdown Akhir Pekan Bukan Solusi Atasi Covid-19

Loading...

Related Post