Borobudur Adalah Candi Kisah dan Ajaran Buddha

Borobudur Adalah Candi Kisah dan Ajaran Buddha
Candi Borobur dipadati wisatawan (ist)
Editor : Potan Anda Menulis — Jumat, 5 Februari 2021 15:32 WIB
terasjakarta.id
Oleh: Adian Radiatus 
Pengamat Sosial Budaya

Minggu lalu Menteri Agama yang baru dilantik, Yaqut Cholil Qoumas melontarkan gagasan dan keinginan untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai Rumah Ibadah Buddha Dunia. Barangkali aspek kebanggaan nasional dan membangun kesetaraan toleransi antar agama di Indonesia untuk diperlihatkan pada dunia menjadi niatan sang Menteri.

Namun tampaknya Menag belum melihat secara spesifik apa itu makna dan arti rumah ibadah suatu agama apalagi untuk sedunia. Sesungguhnya makna rumah ibadah dunia agama apapun adalah tempat dimana agama itu hadir pertama kalinya. 

Seperti Mekah untuk ibadah umat Muslim dunia, Yerusalem untuk Kristiani, mungkin Vatikan untuk umat Katholiknya, nah semestinya India adalah negara dimana umat Buddha seluruh dunia mengerti itulah pusat rumah ibadah agamanya.

Setidaknya ada empat tempat sakral dimana proses kehadiran agama Buddha muncul disana. Taman Lumbini sebagai tempat kelahiran Sang Buddha, KuĊ›inagara tempat mangkatnya Sang Buddha , Bodhgaya (Vihara Mahabodhi), Taman Rusa Isipatana dimana "siar" agama Buddha yang disebut Dhamma dibabarkan untuk pertama kalinya oleh Sang Buddha Gautama, sehingga jelas umat Buddha sedunia pasti menginginkan untuk datang kesana.

Disamping itu Candi Borobudur yang masuk tujuh keajaiban dunia oleh UNESCO merupakan warisan sejarah bangsa Indonesia di tanah Jawa khususnya adalah implementasi hadirnya agama Buddha pada masa itu yang tumbuh berkembang dengan baik dan harmonis diterima semua kalangan. 

Maka upaya menjadikan Candi Borobudur sebagai Rumah Ibadah Buddha Dunia haruslah melihat perspektif ini dari nilai-nilai sejarah umat Buddha itu sendiri dan bukan atas selera kebanggaan duniawi semata.

Candi Borubudur sejatinya telah menjadi ikon peninggalan sejarah dan lebih seratus juta wisatawan seluruh dunia diperkirakan telah mengunjungi candi ini. Umat Buddha pun telah berkembang pesat manakala kita lihat peringatan Waisak yang diselenggarakan dibawah kaki Candi Borobudur ini setiap tahunnya.

Maka dengan memperhatikan kedua aspek peranan Candi Borobudur sebagai perekat kebersamaan diantara umat Buddha itu sendiri yang memang terdiri beberapa aliran, juga telah sebagai destinasi wisata situs Buddha terbesar terunik didunia hingga saat ini. Kehilangan nilai-nilai ini juga sebuah kemunduran, karena setiap orang boleh mengenal ajaran Buddha meski dia bukan seorang penganut Agama Buddha.

Kiranya Menag beserta jajaran direktorat Buddha bersama stake holdernya yaitu Majelis-Majelis Agama Buddha Indonesia harus menempatkan "Image" Candi ini secara proposional dan tidak berlebihan memaknainya sebagai rumah ibadah semata apalagi berjudul "Dunia" karena sejatinya dinding dan stupa Buddha di Borobudur mengukir kisah dan ajaran Buddha semata.


(catatan: tulisan dalam artikel ini sepenuhnya tanggung jawab penulis) 



Borobudur Candi Kisah dan Ajaran Buddha

Loading...

Related Post