AMJ Minta Aktivis Tuir Berhenti 'Menjilat' Gubernur Anies

AMJ Minta Aktivis Tuir Berhenti 'Menjilat' Gubernur Anies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Jumat, 5 Februari 2021 13:42 WIB
terasjakarta.id

Aktivis Muda Jakarta (AMJ) minta aktivis Tuir alias tua berhenti 'menjilat' Gubernur Anies. Sebab belakangan para aktivis tua itu sering blunder dan kebablasan dalam memberikan dukungan. 

AMJ menilai, para aktivis tuir itu selama ini terkesan ‘menjilat’ tanpa berhitung apakah akan berdampak baik atau buruk bagi Anies.

Demikian disampaikan aktivis AMJ, Dwi Yudha Saputra, dalam siaran persnya kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Aktivis jebolan Universitas Mercu Buana (UMB) ini pun meminta agar kaum tuir sebaiknya melakukan analisa sebelum berkomentar ke publik.

Yuda kemudian mencontohkan, pernyataan yang menyebut Anies Baswedan adalah kelas Presiden. Dia menilai, hal tersebut sangat blunder karena akan memunculkan konflik antara Gubernur dan pemerintah pusat.

“Ini kan sama saja membuka konflik. Menjilat tanpa ada analisa,” katanya.

Dia lantas menyebut, bahwa Anies saat ini adalah Gubernur yang fokus bekerja menangani Pandemi Covid-19 dan ancaman banjir Jakarta. Sehingga para tuir tidak perlu menyeretnya ke ranah politik nasional, khususnya terkait polemik Revisi UU Pemilu terkait Pilkada dan Pilpres 2024.

“Kalau memang orangtua itu mendukung Anies, bantu dong dengan kerja nyata. Jangan menjilat (tapi) blunder,” sindirnya.

Yuda juga berharap Anies tidak terbuai dengan jilatan yang bernada proganda tersebit.

“Karena jilatan itu pastinya menjadi ranah konflik antara Balaikota dan Istana serta parpol-parpol. Biarkan Anies kerja urus Corona dan memenuhi janji kapanyenya,” katanya.

Anies sebelumnya menolak berkomentar mengenai polemik pelaksanaan Pilkada 2024. Anies mengaku saat ini dirinya hanya fokus pada penanganan pandemi Virus Corona Covid-19 di Ibu Kota.

“Anies jelas kalau dia ingin konsen bereskan Corona, tapi kenapa disebut kelas Presiden?. Ini kan buka konflik dong,” tambah Yuda.

Diketahui, sebelumnya, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Rico Sinaga menyebut Anies Baswedan sudah sekelas presiden. Ucapan Rico ini terkait polemik UU Pemilu dan Pilkada 2024.

“Saya ingatkan saja, supaya Anies tetap tegar jangan terbawa pikiran seperti itu. Anies ini dari mulai kuliah ini petarung, pernah jadi ketua dewan mahasiswa di UGM, bukan universitas kaleng-kaleng. Dia juga pernah capres di partai Demokrat. Di usia muda, dia juga rektor di Paramadina. Dia masuk di tim Jokowi – JK. Sekarang ini, Anies ini sudah kelas presiden. Bukan gubernur lagi,” jelas Rico seperti dikutip radarnonstop.co.(tan) 



AMJ Minta Aktivis Tuir Berhenti Menjilat Gubernur Anies

Loading...

Related Post