Wacana Lockdown Weekend, TMII Bakal Kehilangan 15.000 Pengunjung

 Wacana Lockdown Weekend, TMII Bakal Kehilangan 15.000 Pengunjung
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) (Foto: Ist)
Editor : Donald Traveling — Kamis, 4 Februari 2021 14:48 WIB
terasjakarta.id


Seperti lokasi-lokasi wisata lainnya, lokasi wisata yang dekat dengan masyarakat Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah TMII), ikut terdampak sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Meski jumlah pengunjung turun selama pandemi, namun  TMII masih didatangi wisatawan di setiap akhir pekan. Sejauh ini jumlah pengunjung yang datang pada hari Sabtu sekitar 5.000 orang dan 10.000 orang pada hari munggu. Makanya, jika  lockdown weekend  atau karantina wilayah di tempat wisata diberlakukan tiap akhir pekan, TMII berpotensi kehilangan 15.00 pengunjung di setiap akhir pekan.

Kabag Humas TMII Adi Widodo mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan di TMII juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Apabila sejak pagi sudah diguyur hujan, angka kunjungan bisa berkurang.

Adi mengatakan, jumlah wisatawan tersebut dihitung berdasarkan transaksi pembelian tiket setiap akhir pekan selama pandemi Covid-19.

Menurut Adi, sebelum masa pandemi Covid-19, jumlah wisatawan yang berkunjung pada Sabtu bisa mencapai 20.000 orang, sedangkan pada Minggu bisa mencapai 60.000 orang.

Pengurangan jumlah wisatawan itu terjadi setelah pengelola mematuhi peraturan pembatasan kapasitas tampung tempat wisata sesuai arahan pemerintah.

Ia memastikan, kebijakan lockdown pada akhir pekan akan mempengaruhi sejumlah sektor usaha pariwisata, khususnya komunitas seniman yang rutin tampil menghibur wisatawan di saat akhir pekan.

"Apabila kebijakan itu diterapkan, tentu kunjungan masyarakat ke TMII akan berkurang dan aktivitas seni budaya belum dapat diselenggarakan," ujarnya.

Aktivitas seni dan budaya yang dimaksud berupa sajian hiburan dengan latar kawasan TMII dalam tampilan video. Biasanya kegiatan itu diisi seniman musik dan budaya untuk memperoleh donasi lewat karya mereka yang diunggah melalui media sosial.

"Ini untuk mengobati rindu masyarakat akan sajian seni budaya, dilakukan secara virtual," katanya.

Bagi para seniman tradisional, kata Adi, dapat mempengaruhi jadwal pentas mereka di akhir pekan.

"Misalnya seperti Reyog Ponorogo memang menjadi semakin sulit, di mana TMII sebelum masa pandemi selalu memberikan ruang untuk mereka beraktivitas," katanya.

"Pada prinsipnya TMII mengikuti kebijakan pemerintah dan berharap pandemi ini bisa segera diatasi sehingga masyarakat bisa beraktivitas normal kembali," kata Adi dikutip dari Antara..

Sebelumnya wacana lockdown akhir pekan dikemukakan Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partanonan Daulay, untuk diterapkan di wilayah zona merah dan oranye Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Riza menjelaskan, pada prinsipnya Pemprov DKI Jakarta meyakini program tersebut bertujuan baik dalam penanganan Covid-19. DKI hingga saat ini masih mengkaji usulan itu.

Dia juga membenarkan fakta di akhir pekan banyak warga Jakarta yang beraktivitas keluar rumah mengisi waktu senggang mereka.

"Tidak hanya ke pasar, ke mal, tetapi juga ke tempat-tempat rekreasi, termasuk berkunjung ke sanak saudara, termasuk juga ke luar kota," ujar Riza. (don)

Lockdown TMII Kehilangan Pengunjung

Loading...

Related Post