Ayo, Mengenal Tes Air Liur, Hasilnya Lebih Cepat dari Swab dalam Mendiagnosa Covid-19

Ayo, Mengenal Tes Air Liur, Hasilnya Lebih Cepat dari Swab dalam Mendiagnosa Covid-19
Metode Saliva Direct Test
Editor : Admin Jakarta Style — Kamis, 4 Februari 2021 14:38 WIB
terasjakarta.id - Apa itu saliva, bagaimana cara kerja serta efektivitasnya, dan apakah bisa menjadi standar penegakan diagnosis Covid-19 di Indonesia?

Diketahui pemerintah berencana mengganti tes swab dengan metode saliva direct test untuk mendeteksi virus corona.

Tes saliva atau tes air liur adalah tindakan medis tanpa memasukkan alat ke dalam rongga tubuh manusia. Istilah disebut non-Invasive.

"Tes saliva cuma membutuhkan sedikit sampel air liur. Amat berbeda dibanding dengan swab nasofaring (NP)," jelas Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof dr Zubairi Djoerban SpPD dalam akun Twitternya.

Untuk diketahui, metode NP yang kerap digunakan dalam tes swab membutuhkan Q-tip panjang yang dimasukkan ke dalam lubang hidung lalu diputar. Q-tip sendiri merupakan sebutan untuk “cotton bud”. Kata itu umum dipakai dalam pembicaraan orang Amerika.

"Karena cuma butuh sedikit sampel air liur, maka itu berefek pada kebutuhan waktu tesnya. Amat cepat. Bisa kurang dari satu menit. Seseorang pada dasarnya hanya meludah ke dalam wadah kecil saja untuk memberi sampel," jelas dia.

Perlu juga diketahui, dalam penegakan diagnosis Covid-19 lewat tes PCR, setelah sampel lendir dikumpulkan, RNA virusnya harus diekstraksi sebelum dapat dideteksi. "Beda dengan tes saliva," sambung dia.

Pada tes saliva, pengujian Covid-19 tak memerlukan langkah ekstraksi. Tetapi dapat diganti dengan penambahan enzim yang dipanaskan. Ekstraksi RNA ini butuh waktu yang agak lama.

Sementara, penambahan enzim dan pemanasan pada tes saliva itu relatif sebentar. Dari berbagai literatur didapati bahwa tes berbasis air liur ini dapat melakukan tes sekitar 90 sampel dalam waktu kurang dari tiga jam.

Tentunya hal ini amat membantu pekerjaan di laboratorium karena akan lebih banyak hasil tes yang diperoleh. Dus, tes saliva memiliki tingkat akurasi sebesar 94 persen. Sebanding dengan hasil tes berbasis swab nasofaring (NP).

Dapat dikatakan, tes saliva memiliki cara sederhana untuk pengumpulan sampelnya. Seseorang dapat melakukannya tanpa harus datang ke rumah sakit atau klinik, dan dapat memakai kurir khusus untuk mengirim sampelnya ke laboratorium.

Apabila bicara tes swab, tes ini amat tergantung dengan tenaga kesehatan atau medis untuk melakukannya. Pun, bagi sedikit orang, tes swab juga membuat tidak nyaman karena merangsang batuk dan bersin.

Pertanyaan besarnya, apakah tes saliva bisa menjadi standar penegakan diagnosis Covid-19 di Indonesia? 

"Menurut saya layak dan bisa. Apalagi tes berbasis air liur ini telah mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA)," tegas dia. (adt)

Tes Diagnosa covid Tes air liur efektif dan cepat

Loading...

Related Post