Menkes: Mau Bagi Angpao? Lewat Layanan Digital Aja!

Menkes: Mau Bagi Angpao? Lewat Layanan  Digital Aja!
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan pemberian angpai Imlek lewat layanan digital (Foto: Biro Setpres)
Editor : Donald News — Kamis, 4 Februari 2021 13:32 WIB
terasjakarta.id


 

Guna menekan angka penyebaran virus Covid-19  terkait dengan Perayaan Hari Raya Imlek, Menteri Kesesatan  Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar angpau yang biasa diberikan pada perayaan Imlek dikirim via layanan digital saja.


"Saya sama dengan Pak Menteri Agama pernah terima angpau juga, tapi walaupun amplop merahnya seru, yang lebih seru kan yang di dalam amplop merahnya. Kita bisa juga melakukan itu, mengirimkannya (isi) amplop merah itu dengan digital, sekarang sudah sangat mudah," katanya di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Menkes menggelar konferensi pers bersama  Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengenai pencegahan penyebaran Covid-19 pada Hari Raya Imlek 2021.

Budi mengemukakan bahwa perayaan Imlek bisa dilakukan dengan cara baru. "Imlek ini adalah momen penting bagi Indonesia, khususnya umat Konghucu dan Tionghoa. Imlek ini bermakna tahun baru. Imlek ini bermakna harapan baru dan juga keberuntungan baru. Karena itu, tanpa mengurangi makna-makna tersebut saya mengimbau agar teman-teman dari umat Konghucu dan Tionghoa bisa melaksanakan Tahun Baru Imlek ini dengan cara yang baru," katanya.

Cara baru yang dia maksud adalah mengadakan perayaan Imlek bersama keluarga di rumah dan memanfaatkan layanan digital untuk berbagi pada hari raya.

"Bagus juga kalau kita melakukannya atau memberi angpau dengan transfer, malah bisa lebih banyak. Kalau masih merasa ingin amplop merahnya dikirim ke anak, cucu, saudara, teman-teman, bisa juga dikirim lewat ojek daring, sekaligus cara baru ini bisa menyejahterakan teman-teman kita," kata Budi.

Menteri Kesehatan juga mengemukakan usul mengenai pengiriman amplop angpau berisi kertas pesan. "Isinya 'nanti sebentar lagi akan ditransfer sebesar ini', itu menarik juga," katanya.

Pertunjukan yang biasa memeriahkan perayaan Imlek seperti barongsai, menurut dia, bisa disiarkan di media seperti YouTube agar bisa ditonton oleh banyak orang tanpa menimbulkan kerumunan yang bisa meningkatkan risiko penularan virus corona.

"Imlek itu adalah event di mana kita bisa nonton barongsai, kita bisa nonton barongsai tapi ditampilkan di YouTube. Malah Kita juga bisa mengadakan lomba barongsai mana yang paling bagus sekalian di YouTube," kata Budi.

"Saya rasa tetap kita bisa mempertahankan budaya Indonesia khususnya masyarakat Konghucu dan Tionghoa, namun juga tetap kita lakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada," ujar Menkes dikutip dari Antara.

Libur nasional Hari Raya Imlek jatuh pada 12 Februari 2021. Karena jatuh pada Hari Jumat, libur perayaan Imlek bakal diikuti libur akhir pekan dua hari dari 13 sampai 14 Februari 2021. (don)

 

Menkes Bagi Angpao Layanan Digital

Loading...

Related Post