Moeldoko Bingung dengan Ketakutan AHY, Padahal Dipilih Secara Aklamasi

Moeldoko Bingung dengan Ketakutan AHY, Padahal Dipilih Secara Aklamasi
Agus Harimurti Yudhoyono dan Moeldoko (Foto: Antara/Muhammad Adimaja dan Facebook Moeldoko @Dr.Moeldoko)
Editor : Donald News — Rabu, 3 Februari 2021 21:09 WIB
terasjakarta.id


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kembali angkat suara terkait tudingan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebutakan keterlibatan dirinya dalam upaya kudeta di Partai Demokrat.

Mantan Panglima TNI itu mempertanyakan kekhawatiran AHY yang dipilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 itu  “Saya ini siapa sih? Saya ini apa? Biasa-biasa saja. Di Demokrat ada Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), ada putranya (SBY) Mas AHY, apalagi kemarin dipilih secara aklamasi. Kenapa mesti takut ya? Kenapa mesti menanggapi seperti itu. Wong saya biasa-biasa saja,” kata Moeldoko di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Menurut Moeldoko, tudingan yang disematkan kepadanya sangat tidak masuk akal. Hal itu terkait Moeldoko yang disebut-sebut sebagai salah satu aktor rencana kudeta kepemimpinan di Demokrat.

“Saya ini siapa sih? Saya ini apa? Biasa-biasa saja,” ucap Moeldoko.

Meski demikian, Moeldoko membenarkan kalau dirinya pernah bertemu dengan sejumlah kader Demokrat. Beberapa kali pertemuan dilakukan di kediaman pribadinya. Selain itu juga pernah berlangsung di sebuah hotel. Namun, Moeldoko tidak menyebutkan nama hotel tersebut.

“Beberapa kali di rumah saya, ya ada di hotel, di mana-mana, tidak terlalu penting lah,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menegaskan sudah terbiasa menerima orang di kantornya. Tidak hanya individu, Moeldoko juga kerap menerima beberapa kelompok yang hendak menyampaikan keluh kesah. Bahkan, kalau ada yang mau marah-marah, Moeldoko mengaku tidak keberatan.

Sementara itu, mantan Wakil Sekjen (wasekjen) Demokrat Yus Sudarso mengatakan bahwa ada empat faksi yang mendorong pergantian AHY.

Pertama, yakni faksi pendiri sekaligus faksi Subur Budi Santoso yang merupakan ketua umum pertama Demokrat. Kedua, faksi dari Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres 2005 di Bali, yaitu Hadi Utomo.

Ketiga, faksi Anas Urbaningrum yang merupakan ketua umum Demokrat hasil Kongres di Bandung pada 2010. Keempat, faksi mantan Sekretaris Jenderal Demokrat, Marzuki Alie. (don)

 

 

Moeldoko Bingung AHY Dipilih Aklamasi

Loading...

Related Post