Lagi, Habib Rizieq Shihab Gugat Polisi

Lagi, Habib Rizieq Shihab Gugat Polisi
Habib Rizieq saat dibawa ketahanan usaia menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu (Foto:Wartakota)
Editor : Donald Berita Anda — Rabu, 3 Februari 2021 15:58 WIB
terasjakarta.id


Habib Rizieq Shihab kembali melakukan gugatan praperadilan terkait proses proses penangkapan dan penahanan dirinya dalam  kasus dugaan penghasutan serta pelanggaran protokol kesehatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan yang praperadilan yang diajukan Habib Rizieq melalui pengacaranya, Alamsyah Hanafiah, tercatat dengan nomor register 11/PID.PRA/2021/PN.JKT.SEL, tertanggal Rabu (3/2/2021), dengan tergugat Penyidik Bareskrim Polri Cq penyidik Polda Metro Jaya.

"Hari ini, kami dari tim advokasi Habib Rizieq Syihab, telah mendaftarkan permohonan Praperadilan atas tidak sahnya penangkapan dan penahanan klien kami di PN Jakarta Selatan," ujar Alamsyah Hanafiah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2021).

Menurut pengacara ini,  penahahanan Rizieq terkait Pasal 160 KUHP tentang penghasutan tidak relevan dan menyimpang dari ketentuan acara pidana.

"Peristiwa hukum yang terjadi adalah peristiwa hukum pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, tapi di bawa ke hukum pidana kejahatan Pasal 160. Mencampur adukkan antara peraturan yang bersifat khusus, dicampur adukkan dengan peraturan yang bersifat umum," ungkapnya.

Selain itu, kata Alamsyah,  Habib Rizieq   ditahan dengan Pasal 160 KUHP yang intinya penghasutan, menghasut orang untuk membuat kejahatan bukan meteri berkerumun dalam undang-undang covid. Jadi, lanjutnya,  berkerumun undang-undang covid dibawa ke menghasut. “Ini kan akal-akalan untuk menahan Habib Rizieq saja bukan penahanan sesungguhnya," tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaska, Habib Rizieq datang sendiri untuk menjalani pemeriksaan ke Mapolda Metro Jaya.. Tiba-tiba dua jam di Polda,polisi membuat surat perintah penangkapan. “Pengertian ditangkap ini kan harus di luar kantor polisi. Jadi makna penangkapan itu adalah pengekangan orang supaya tidak bisa pergi. Ini dia datang, tapi ditangkap di situ. Tidak etis itu. Melanggar hak azasi seseorang," katanya.

Makanya, kata dia, Tim advokasi Rizieq menilai, proses penangkapan dan penahanan tidak sesuai dengan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 6 Tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana. (don)

 

Habib Rizieq Shihab Gugat Polisi

Loading...

Related Post