Begini Pengakuan Asdianti Pembeli Tanah di Pulau Lantigiang Selayar Sulsel

Begini Pengakuan Asdianti Pembeli Tanah di Pulau Lantigiang Selayar Sulsel
Asdianti (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Selasa, 2 Februari 2021 17:28 WIB
terasjakarta.id

Asdianti, seorang perempuan asal Desa Laiyolo, Kecamatan Bontosikuyu, Selayar, Sulawesi Selatan, lagi ramai diperbincangkan. Bagaimana tidak, ia adalah pembeli tanah di Pulau Lantigiang.

Asdianti merupakan anak kedua dari dua bersaudara ini dibesarkan dari keluarga petani cengkeh. Dia mengenyam bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Selayar, tanah kelahirannya.

Setelah tamat sekolah menegah pertama, Asdianti kemudian melanjutkan SMA di Makassar. Setelah itu mengambil kuliah jurusan bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Bali. Menyandang gelar sarjana, ia berkerja menjadi sales consultant di sebuah perusahaan properti di Bali.

Saat menetap di Bali Asdianti dipertemukan dengan seorang pria warga negara Italia yang kini menjadi suaminya. Keduanya kini menetap di Bali. Disana ia bekerja sebagai sales untuk.menawarkan berbagai vila di Bali.

"15 tahun yang lalu suami jadi bos saya, jadi satu tempat kerja. Memang saya sudah lama tinggal di Bali sekitar 21 tahun," kata Asdianti kepada wartawan, Senin (1/2/2021).

"Sampai sekarang saya menawarkan vila di Bali Rp 80 juta per bulan sampai Rp 400 juta setahun," tambahnya.

Menurut Asdianti sebelum membeli tanah, pihaknya sudah mendatangi Balai Taman Nasional Taka Bonerate di tahun 2017 untuk berkonsultasi.

Pihak Balai Taman Nasional Taka Bonerate menyarankan untuk membangun pada zona pemanfaatan, karena di dalam kawasan terdapat zona-zona yang berbeda. Zona inti adalah zona yang tidak bisa dibangun sama sekali.

"Karena Balai Taman Nasional Taka Bonerate waktu itu menyarankan Pulau Lantigiang, Pulau Belang- belang dan pulau lain, tapi saya tertarik hanya Lantigiang dan Latondu Besar," ujar Asdianti.

Asdianti menjelaskan, sebelum masuk Taman Nasional Taka Bonerate, Pulau Lantigiang sudah dijadikan lahan kebun pohon kelapa oleh Syamsul Alam.

Bahkan, masyarakat yang ada di Pulau Jinato dan pulau lainnya tahu bahwa yang bercocok tanam dan berkebun itu dulu keluarga Syamsul Alam.

"Saya membeli tanah di Pulau Lantigiang, bukan pulau. Dan tanah itu untuk membangun water bungalows di tempat kelahiran saya yaituSelayar," jelasnya.

Pulau yang berpasir putih itu dijual oleh Syamsu Alam kepada Asdianti seharga Rp 900 juta. Pengacara Asdianti Zainuddin mengatakan, tanah di Pulau Lantigiang itu dikuasai oleh kakek Syamsu Alam, Dorra sejak tahun 1942.

"Masyarakat duluan ada di sana sementara Taman Nasional Taka Bonerate ada pada tahun 2000," ungkapnya.

Asdianti membeli tanah di sana, dengan adanya surat keterangan kepemilikan tanah di Pulau Lantigiang tahun 2015. Sementara transaksi jual beli dilakukan pada tahun 2019.(tan)








Begini Pengakuan Asdianti Pembeli Tanah Pulau Lantigiang Selayar Sulsel

Loading...

Related Post