Tak Hanya Tipu Istri, Kombes 'Abal-abal' Ini Tipu Korban Hingga Rp 1,7 Miliar

Tak Hanya Tipu Istri, Kombes 'Abal-abal' Ini Tipu Korban Hingga Rp 1,7 Miliar
Husni Hardinata Pelaku Penipuan
Editor : Admin News — Selasa, 2 Februari 2021 17:01 WIB
terasjakarta.id - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus penipuan oleh Husni Hardinata (54) yang mengaku sebagai anggota Polri berdinas di Intelijen Mabes Polri, dan berpangkat Kombes Pol.

Seperti yang diberitakan terasjakarta.id sebelumnya, Husni sukses mengelabui istri keduanya, lantaran mengaku sebagai anggota Polri.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Azis Adriansyah mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan, tersangka telah melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai calon Kapolres Tangerang Kota.

"Pelaku telah menjalankan aksinya selama satu tahun, aksi penipuan tersebut dimulai sejak Juni 2020," kata Azis dalam keterangan persnya, Selasa (2/2/2021).

Pelaku, kata Azis, telah menipu korbannya dengan janji meloloskannya menjadi anggota Polro dengan nominal uang mencapai Rp 1,7 miliar.

Saat dilakukan interogasi, didapati dalam ponsel pelaku percakapan berisi tipu muslihat, iming-iming kepada korban bernama IS.

Pelaku mengiming-imingi akan membantu memasukkan anak korban sebagai anggota Polri. "Lantas pelaku meminta uang kepada korban, nominalnya mencapai Rp 1,4 miliar," terang Azis.

Tidak sampai di situ, pelaku kembali meminta uang kepada korban dengan mengatakan bahwa status sarjana yang dimiliki anak korban, tidak hanya bisa jadi PNS, tapi bisa jadi anggota polisi lewat Sekolah Ilmu Polisi (SIP).

Pelaku mengaku akan dilantik sebagai Kapolres Tangerang Kota dan meminta korban mentransfer uang sehingga total yang diberikan korban kepada pelaku mencapai Rp 1,7 miliar.

Pelaku akhirnya ditangkap setelah Polres Depok dan menyerahkan perkara tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan disesuaikan dengan wilayah hukum tindak pidananya.

"Pelaku kita jerat dengan Pasal 378 KUHP tindak pidana penipuan dengan ancaman empat tahun penjara," ujar Azis.

Dari pengakuan pelaku, uang Rp 1,7 miliar digunakan untuk membiayai pernikahan pelaku dengan istri kedua, lalu membayar pengobatan bibinya dan membeli sebidang tanah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Eko Mulyadi menyebutkan, korban mengirimkan uang kepada pelaku setiap minggu sebanyak dua hingga tiga kali dengan nominal antara Rp 20 juta-Rp 30 juta.

"Bahkan ada transaksi senilai Rp 100 juta yang dikirim korban kepada pelaku," ujarnya. (adt)

Penipuan Ngaku Kombes Pol Polisi Gadungan

Loading...

Related Post