AHY Kirim Surat ke Jokowi Soal Upaya Kudeta di Partai Demokrat

AHY Kirim Surat ke Jokowi Soal Upaya Kudeta di Partai Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Saat bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu (Foto: Antara)
Editor : Donald News — Senin, 1 Februari 2021 17:42 WIB
terasjakarta.id

Setelah menyebutkan  adanya upaya kudeta di Partai Demokrat yang melibatkan beberapa kader aktif, kader yang sudah tidak aktif dan orang dalam lingkungan pemerintahan (menterI), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Surat AHY tersebut terkait adanya dugaan keterlibatan pejabat penting negara dalam gerakan pengambilalihan paksa kepemimpinan Partai Demokrat.

"Tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," kata AHY di Jakarta, Senin (1/2/2021)

Menurut AHY, hal itu berawal dari kesaksian dan testimoni banyak pihak yang didapatkannya, tentang gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan.

"Yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ucap dia

Lebih lanjut, gerakan itu menurut dia juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas 'praduga tak bersalah' (presumption of innocence) dalam permasalahan ini," ujar AHY dikutip dari Antara.

AHY menjelaskan tentang gerakan politik yang bertujuan mengambil alih kekuasaan pimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional itu diketahui dari laporan dan aduan dari pimpinan dan kader Partai Demokrat baik pusat, daerah maupun cabang.

Gabungan dari pelaku gerakan itu kata dia terdiri dari 5 orang, 1 kader Demokrat aktif, 1 kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, 1 mantan kader yang sudah 9 tahun diberhentikan dengan tidak hormat dari partai, karena menjalani hukuman akibat korupsi.

"Dan satu mantan kader yang telah keluar dari partai 3 tahun yang lalu. Sedangkan yang non kader partai adalah seorang pejabat tinggi pemerintahan, yang sekali lagi, sedang kami mintakan konfirmasi dan klarifikasi kepada Presiden Joko Widodo," ungkap dia

AHY menyebutkan para pimpinan dan kader Demokrat yang melaporkan gerakan tersebut, mereka merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat. (don)

 

 

"

 

AHY Surat Jokowi Kudeta di Partai Demokrat

Loading...

Related Post