Ini Tips Dokter Sebelum Anda Divaksin COVID-19

Ini Tips Dokter Sebelum Anda Divaksin COVID-19
Vaksin Covid-19
Editor : Admin Jakarta Style — Senin, 1 Februari 2021 11:27 WIB
terasjakarta.id - Sebelum tiba giliran Anda mendapatkan vaksin COVID-19, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan salah satunya kondisi tubuh yang fit.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi di RS Pondok Indah - Puri Indah dan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Ronald Irwanto menyarankan Anda memastikan kondisi tubuh tidak dalam keadaan demam, batuk, pilek saat waktunya divaksin.

"Pastikan Anda siap secara mental, berita positif, dan tetap optimis. Jika memungkinkan, sangat baik menggunakan penggunaan pakaian lengan pendek saat divaksinasi untuk memudahkan tenaga kesehatan dalam pemberian vaksin," tulis dia melalui pesan elektronik.

Hal senada juga dinyatakan dokter spesialis paru, Sylvia Sagita Siahaan. Dia menuturkan, selain kondisi tubuh yang fit, kandidat penerima vaksin juga harus memenuhi sejumlah kriteria yang salah satunya mencakup usia 18-59 tahun.
"Kita harus tahu dulu apakah kandidat prioritas vaksin atau bukan, punya penyakit penyerta atau tidak, usia 18-59 tahun. Tips menetapkan kriteria yang ditetapkan dulu dan saat divaksin kandidat dalam kondisi fit," ujar dia seperti dilansir antara.

Anda juga perlu memahami petunjuk para tenaga kesehatan saat berada di lokasi pemberian vaksin. Irwan mengatakan, memberikan vaksin COVID-19 sama seperti vaksin pada umumnya, yakni dengan penyuntikan jarum kecil pada daerah deltoid atau otot lengan atas bagian luar.

Sebelum divaksin, maka Anda akan membantu untuk menarik lengan bajunya, dan tenaga kesehatan akan melakukan tindakan sterilisasi (tindakan mengusap daerah yang akan disuntik dengan alkohol).

"Anda kemudian akan diberi aba-aba untuk disuntik, jarum vaksin ditusukan pada daerah deltoid, kemudian vaksin dimasukan. Setelahnya jarum dicabut kembali, disusul dengan usapan alkohol kembali pada daerah yang disuntik tersebut," kata Ronald.

Setelah vaksin diberikan, para penerima vaksin menunggu menunggu selama 30 menit. Saat itu, tenaga kesehatan akan memberlakukan dan memastikan tidak ada kejadian pasca imunisasi (KIPI).

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Iris Rengganis. Dia mengungkapkan, prosedur ini lazim untuk setiap pemberian vaksin lainnya, bukan saja vaksin COVID-19.

KIPI bisa terjadi dengan menimbulkan beragam gejala gejala penyakit lokal semisal nyeri bekas suntikan, bengkak di lokasi suntikan dan kemerahan pada bekas suntikan, atau sistemik seperti demam dan sakit kepala.

Orang juga bisa mengalami reaksi reaksi dan ini tidak bisa diduga. Namun, para petugas kesehatan umumnya sudah menyiapkan zat penawar yang disebut Anafilaktik Kit.

Ronald menyarankan Anda beristirahat selama satu hari setelah divaksin. Perhatikan ada atau tidaknya reaksi-reaksi yang timbul, walau secara umum vaksin COVID-19 aman dan tidak menimbulkan kejadian yang berat.

Usai divaksin, tidak ada makanan khusus atau olah raga tertentu yang dilarang. Anda bisa bebas mengkonsumsi makanan dan berolahraga apapun sebagai cara baik dan benar

"Jadi jangan takut untuk divaksin, hal ini adalah upaya kita bersama untuk memperbaiki pandemi COVID-19 ini. Perlu diingat setelah vaksin, kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," demikian pesan Ronald. (adt)

Vaksin Covid-19 Tips Sehat Kata Dokter

Loading...

Related Post