Liverpool Penuh Keberagaman, Begini Cerita Jurgen Klopp

Liverpool Penuh Keberagaman, Begini Cerita Jurgen Klopp
Mohamed Salah sujud usai mencetak gol (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Senin, 1 Februari 2021 07:06 WIB
terasjakarta.id

Keragaman budaya membuat Manajer Liverpool Jurgen Klopp bangga akan anak didiknya, berbagai latar belakang mulai dari benua dan agama ada di dalam skuad Liverpool. Ada dua orang pesepakbola yang dikenal sebagai Muslim taat, Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Skuad Liverpool pada musim 2020-2021 memang sungguh beragam. Ada kelompok pemain asal Britania Raya seperti Jordan Henderson, James Milner, Trent Alexander-Arnold, dan Andy Robertson. Ada pula geng Brasil yakni Alisson Becker, Fabinho, dan Roberto Firmino.

Lalu ada pula pesepakbola Muslim yang datang dari berbagai negara. Sebut saja Mohamed Salah, Naby Keita, Sadio Mane, dan Xherdan Shaqiri. Para pemain itu membuat skuad Liverpool kian berwarna. Beragamnya latar belakang itu membuat Jurgen Klopp sangat bangga.

Ambil contoh Mohamed Salah. Performa apiknya di Liverpool, serta citra yang positif, mampu menghapus stigma buruk terhadap Muslim di Inggris. Bahkan, ia sedikit demi sedikit mulai meredakan Islamophobia. Tidak heran, sang pelatih sangat bangga kepadanya.

“Saya senang memiliki begitu banyak kebudayaan. Saya bisa katakan (keberadaan) duta besar terbaik untuk menjadi seorang Muslim di tim itu benar-benar hebat,” papar Jurgen Klopp seperti dikutip dari Goal, Senin (1/12/2021).

Ucapan Jurgen Klopp terdapat dalam cuplikan film bertajuk The End of The Storm. Kekaguman pria asal Jerman itu kepada pesepakbola Muslim di timnya tidak hanya sampai di sana. Bahkan, klub akhirnya mengadaptasi beberapa kebiasaan baru demi mengakomodasi pemain-pemain itu.

“Umat Islam sangat sering mencuci tubuh mereka dalam situasi tertentu. Sebelum melakukan pemanasan, setelah pemanasan, itu membutuhkan waktu. Jadi, kami memutuskan melakukan sesuatu secara berbeda,” ungkap Jurgen Klopp.

“Kami hanya punya waktu satu jam ketika tiba di stadion. Ketika kami kembali ke ruang ganti setelah melakukan pemanasan, mereka menyempatkan diri untuk shalat. Mereka membutuhkan waktu dua menit untuk menjalankan kewajiban itu,” lanjut pria berkacamata itu.

“Sangat mudah untuk memberikan waktu dua menit itu kepada mereka, agar bisa melaksanakan sesuatu yang dianggap penting,” tutupnya.

Kesediaan untuk membuat pemain dari berbagai latar belakang agar merasa nyaman itu akhirnya berdampak positif bagi Liverpool. Mereka mampu mengeluarkan kemampuan terbaik sehingga bisa menyumbang gol dan trofi buat klub.(tan)









Liverpool Penuh Keberagaman Jurgen Klopp

Loading...

Related Post