Keindahan Alam Desa Cisungsang Manjakan Para Petualang

Keindahan Alam Desa Cisungsang Manjakan Para Petualang
Adat Cisungsang
Editor : Admin Traveling — Minggu, 31 Januari 2021 14:44 WIB
terasjakarta.id - Banten memang masih menyimpan desa-desa wisata menarik. Kini ada di dekat Kota Rangkasbitung, ada desa adat Cisungsang yang letaknya persis di kaki Gunung Halimun.

Letaknya dari ibu kota Rangkasbitung, jarak kampung adat ini sekitar 150 kilometer, sedangkan dari Jakarta sekitar 280 kilometer.

Nama Cisungsang sendiri berasal dari salah satu sungai yang hulunya berada di Talaga Sangga Buana.

Desa ini dipimpin seorang Kepala Adat. Sang kepala adat ditunjuk lewat proses wangsit dari leluhur. Mayoritas penduduknya berbicara Bahasa Sunda dengan profesi petani dan pedagang.

Menariknya, mereka masih mempertahankan nilai-nilai tradisi dan budaya. Tak hanya itu, desa wisata ini memiliki pemandangan alam yang luar biasa indahnya.

Karena terletak di kaki Gunung Halimun, pesawahan dan perbukitan terbentang mengelilingi desa ini. Cocok banget buat kamu yang hobi traveling, atau sekedar untuk menghilangkan penat dari kehidupan perkotaan.

Bagi para penyuka adventure, Cisungsang adalah tempat yang indah. Cisungsang adalah sebuah dusun kecil yang terletak di Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

Dusun ini populer sampai mancanegara karena menjadi bagian dari perkampungan adat Nusantara yang mempertahankan adat dan tradisinya selama berabad-abad.

Seren Taun adalah pesta adat yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Cisungsang atas hasil pertanian, perikanan dan hasil-hasil bumi lainnya.

Acara ini diselenggarakan setiap setahun sekali dan diikuti oleh seluruh warga Cisungsang. Bahkan yang menariknya lagi, hampir seluruh keturunan warga Cisungsang dan saudara-saudaranya dari luar daerah berdatangan ke tempat kelahiran leluhurnya.

Pada Seren Taun ini, kamu akan menemukan ragam pertunjukan kesenian daerah yang telah diwariskan berabad-abad di antaranya Tari Jaipongan, Seni Debus, Angklung, Calung, Bodoran dan lain-lain.

Inilah puncak dari Seren Taun di mana warga terlibat di dalam pertunjukkan seni dan budaya yang telah dijaga, dipelihara dan dipertahankan selama ratusan tahun.

Acara Seren Taun ini tidak berlangsung sehari, melainkan selama lima hari. Selama kurun itu, masyarakat bergotong royong menyajikan juga makanan buat para tamu undangan dan hadirin.

Mereka memasak makanan tradisional di dapur-dapur umum, di mana salah satu makanan khasnya adalah gulai dan sate daging kerbau yang lezat.

Bagi kamu para pecinta petualangan dan menyukai seni dan budaya leluhur Indonesia, Seren Taun Kasepuhan Banten Kidul bisa menjadi agenda wisata tahunan.

Kegiatan ini bisa memperkaya wawasan kita tentang budaya kuno di Indonesia yang enak ditonton. (adt)

Traveling Desa Wisata Cisungsang Travelers

Loading...

Related Post