Keluhkan Pelayanan Tes Covid-19 di DKI, Warga: Bergejala Akut tapi Disuruh Pulang dan Menunggu Tiga Hari

Keluhkan Pelayanan Tes Covid-19 di DKI, Warga: Bergejala Akut tapi Disuruh Pulang dan Menunggu Tiga Hari
Ilustrasi tes Covid-19 (Foto: Pikiranrakyat.com)
Editor : Donald Rumah Rakyat — Sabtu, 30 Januari 2021 19:40 WIB
terasjakarta.id


Lambannya hasil pengetesan Covid-19 di beberapa puskesmas di Jakarta mendapat keluhan dari masyarakat. Passalnya, warga harus menunggu sampai tiga hari untuk bisa dilakukan tes usap PCR  meskipun sudah memiliki gejala khas terinfeksi virus SARS CoV 2 tersebut.

Seperti yang dilontarkan salah seorang warga Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur,  Hermawan Ramadhan di Jakarta, Sabtu (30/1/20/21). Dia mengatakan,  kalau dia dan istrinya hanya dilakukan skrining dasar terkait gejala Covid-19 dan konsultasi dengan dokter tanpa dites usap PCR maupun tes cepat Covid-19.

Hermawan bersama istrinya datang ke Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Sabtu pagi karena merasa sudah memiliki gejala Covid-19. Dia mengatakan istrinya yang sedang hamil trimester pertama sudah mengalami anosmia atau kehilangan indra penciuman maupun indra pengecapnya, batuk kering, pilek, dan sakit tenggorokan yang dirasakan sejak beberapa hari lalu.

Namun, dokter di Puskesmas Kecamatan Cipayung menyarankan untuk kembali ke rumah dengan dibekali beberapa obat dan vitamin. Dokter memintanya untuk kembali lagi ke Puskesmas dalam waktu tiga hari untuk melakukan tes PCR apabila gejala tersebut tak kunjung membaik.

"Tidak dites Covid-19, dokter bilang kembali lagi tiga hari untuk tes usap PCR kalau gejalanya tidak membaik. Ditanya hasilnya bisa keluar kapan, dijawab sekitar tiga sampai enam hari, lama banget," kata Hermawan dilansir Antara

Hermawan mengatakan saat ini dirinya mempertimbangkan untuk melakukan tes Covid-19 secara mandiri dengan mengeluarkan biaya sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat.

Berdasarkan prosedur pemeriksaan cepat Covid-19 yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, terdapat dua pencarian pemeriksaan cepat Covid-19 di masyarakat, yaitu pencarian aktif  Puskesmas ke masyarakat maupun pencarian pasif Puskesmas dan RS.

Pada prosedur pencarian pasif Puskesmas dan RS disebutkan masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan akan ditentukan kriterianya oleh petugas, apakah termasuk kategori kontak erat risiko rendah, kontak erat risiko tinggi, atau orang dalam pemantauan, sebelum dilakukan pemeriksaan cepat Covid-19. (don)

 

Warga Keluhkan Tes Covid-19 di DKI Gejala Akut Disuruh Pulang

Loading...

Related Post