Senin Pekan Depan Bareskrim Polri Periksa Abu Janda

Senin Pekan Depan Bareskrim Polri Periksa Abu Janda
Abu Janda (ist)
Editor : Potan Berita Anda — Sabtu, 30 Januari 2021 11:41 WIB
terasjakarta.id

Bareskrim Mabes Polri menindak lanjuti laporan Medya Rischa soal dugaan ujaran SARA dan penistaan agama dengan terlapor Permadi Arya alias Abu Janda.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Slamet Uliandi mengatakan, Bareskrim sudah melayangkan surat pemanggilan kepada Abu Janda untuk di periksa Senin pekan depan.

“Benar dilayangkan panggilan (terhadap Abu Janda terkait laporan ‘Islam arogan’-red), untuk pemeriksaan hari Senin,” kata Slamet Uliandi seperti dikutip detikcom, Sabtu (30/1//2021) kemarin.

Sebelumnya, cuitan Permadi Arya alias Abu Janda yang menyebut ‘Islam arogan’ berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain. Pada awalnya, Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika. Lalu, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya. Cuitan ini dipublikasikan hari Minggu (24/1/2021).

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1/2021).

Abu Janda membalas cuitan Tengku Zulkarnain. Dia menyebut ada Islam yang ‘arogan’ karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1.

Cuitan itu disorot berbagai pihak, yang tak setuju dengan kata-kata Abu Janda soal ‘Islam arogan’. Cuitan Abu Janda lantas dipolisikan Medya Rischa kemarin, Jumat (29/1). Laporan Medya diterima dengan nomor: LP/B/0056//I/2021/BARESKRIM.

Untuk diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannnya pada fit and proper test calon Kapolri pekan lalu menyatakan tak boleh lagi ada anggapan hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Di sisi lain, Komjen Sigit mengatakan penegakan hukum juga harus dilakukan secara humanis.(tan)


Senin Pekan Depan Bareskrim Polri Periksa Abu Janda

Loading...

Related Post