Berwisata Sambil Menghargai Keberagaman di Vihara Hemadhiro Mettavati Jakbar

Berwisata Sambil Menghargai Keberagaman di Vihara Hemadhiro Mettavati Jakbar
Vihara Hemadhiro Mettavati (Ist
Editor : Donald Traveling — Sabtu, 30 Januari 2021 09:15 WIB
terasjakarta.id


Ada sebuah pemandangan menarik di area permukiman warga di Jalan Kapuk Kapuk Raya dan Jalan  Mawar SCB RT 11/1 Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat (Jakbar). Di sana berdiri sebuah bangunan megah dan berkilau emas nan indah.

Bangunan itu adalah Vihara Hemadhiro Mettavati. Rumah ibadah untuk umat Buddha ini masih tergolong baru, sehingga arsitekturnya masih sangat terlihat estetis.

Selain sebagai tempat ibadah, Vihara Hemadhiro Mettavati sekarang menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat yang ingin melihat kemegahannya. Vihara ini memang  selalu terbuka untuk wisatawan yang ingin melihat-lihat kemegahan bangunan atau sekedar foto selfie.

Keunikan dari Vihara ini adalah gaya bangunannya yang bercorak arsitektur khas Thailand dan terdapat naga emas yang menjulang di bagian tangga depan. Bangunannya terlihat megah didukung patung Buddha suci yang menjulang di bagian bawah atap, sehingga kamu tak akan kecewa hunting foto di Vihara ini.

Dua patung yakkha (dewa) menyambut pengunjung yang bertandang ke Vihara Hemadhiro Mettavati juga terlihat artistic. Bangunan vihara itu nampak tinggi gagah dan berkilau keemasan.

Menonjolnya bangunan ini bukan ingin menunjukkan keangkuhan,  melainkan kehangatan sekaligus semangat toleransi yang ada di Indonesia.

Keunikan lain dari  Vihara Hermadhiro Mettavati adalah keberadaan sebuah Mushola bernama Mushola Yafat bin Mustofa  di dalam kompleks. Hal ini  sebagai wujud penghormatan dengan memfasilitasi rumah ibadah kepada warga setempat atau wisatawan yang ingin berkunjung ke sini.

Ketua Pengurus Vihara, Romo Asun Gautama bercerita,  pembangunan musala tidak lepas dari latar belakang Ketua Dewan Pembina Vihara, YM Banthe Khanit Sannano Mahathera.

Menurutnya, sebelum menjadi Buddhis dan meninggalkan dunia, YM Banthe Khanit merupakan seorang Muslim.

Makanya, dibangunalah Mushola itu sebagai bentuk penghormatan kepada orangtua YM Banteh Khanit. “”Ini juga menunjukkan kami mencintai toleransi. Apalagi di sini, di Kapuk Raya, kami dikelilingi lima masjid dan tiga musala. Di lingkungan mayoritas Muslim, kami menjunjung tinggi toleransi, Kami bersyukur) kami disambut baik," kata Romo Asun seperti dikutip dari CNN..

Keberadaan musala di kompleks vihara pun disambut baik oleh masyarakat Kapuk Raya. Tiap Jumat awal bulan, umat Islam mengadakan doa atau dzikir bersama. Untuk jam ibadah pun tidak menemui persoalan berarti.

Kebaktian hanya diselenggarakan Minggu mulai pukul 9 pagi. Untuk anak-anak sekolah Minggu menempati ruang kebaktian di bawah. Sedangkan untuk kebaktian umum berada di Baktisala Utama.

Kegiatan kebaktian tidak akan bentrok dengan kumandang adzan karena sudah selesai sebelum pukul 12 siang.

Selama masa pandemi, vihara menerapkan protokol kesehatan ketat dengan penggunaan ruang disinfeksi dan cek suhu badan. Saat ini penggunaan ruang untuk kebaktian pun hanya dibatasi maksimal untuk 50 orang dari kapasitas maksimal 150 orang. (don)

 

Berwisata Menghargai Keberagaman Vihara Hemadhiro Mettafati Jakbar

Loading...

Related Post