Polisi Bekuk Penjual Satwa Dilindungi

Polisi Bekuk Penjual Satwa Dilindungi
ist
Editor : Potan News — Kamis, 28 Januari 2021 16:35 WIB
terasjakarta.id

Polisi membekuk penjual satwa dilindungi berinisial Y di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Penangkapan Y berawal adanya laporan masyarakat yang menyebut adanya perdagangan satwa dari orang utan hingga beberapa burung langka di media sosial.

"Tersangka Y ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Dari laporan warga, lanjut Yusri, polisi melakukan penyelidikan dengan menyamar menjadi pembeli melalui media sosial, baik di whatsapp grup serta Facebook.

"Berdasarkan laporan yang kita terima melakukan penyelidikan. Kita terus terang memesan juga, kemudian datang barang tersebut kita melakukan penangkapan," ujar Yusri.

Yusri menjelaskan, awalnya tersangka lebih dahulu mencari pemesan di media sosial.

Setelah mendapatkan peminat, tersangka meminta waktu tiga hingga lima hari untuk menyiapkan hewan sebelum akhirnya transaksi dilakukan sesuai harga yang disepakati.

"Untuk menghindari petugas, mereka tidak akan siapkan langsung. Memesan di sana itu keluar tiga sampai lima hari baru barang tersebut ada, baru ada pembayaran sesuai dengan perjanjian harga, baru diambil," terangnya.

Yusri menjelaskan, saat ini penyidik masih mendalami tersangka untuk mengetahui dari mana satwa dilindungi itu didapat.

Berdasarkan penyelidikan sementara, tersangka mendapatkan binatang-binatang dilindungi dari grup di media sosial lain yang dibuat.

"Di situ pelaku mencari siapa yang miliki binatang langka ini. Dia siap membeli. Contoh orang utan ini, nanti dia jemput dengan harga yang telah ditentukan," ucap Yusri.

Setelah dapat, kemudian tersangka menyimpannya di salah satu toko yang dimiliki sebelum akhirnya ditawarkan kepada orang lain.

"Dia juga punya toko sendiri. Kalau ada yang menginginkan dia bisa siapkan tapi sistemnya adalah diam-diam," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

"Kita lapis di pasal 21 di Undang-Undang Nomor 5. Untuk tersangka sudah kita lakukan penahanan, kami masih mengembangkan terus karena pasti ada hulunya darimana dia mendapatkan binatang ini," ucap Yusri. (adt)

Polisi Bekuk Penjual Satwa Dilindungi

Loading...

Related Post