Penggali Kubur Mogok Kerja, Keluarga Pikul dan Kubur Sendiri Jenazah Korban Covid-19

Penggali Kubur Mogok Kerja, Keluarga Pikul dan Kubur Sendiri Jenazah Korban Covid-19
Ilustrasi jasa angkut jenazah.Covid-19 (Ist)
Editor : Donald News — Kamis, 28 Januari 2021 10:52 WIB
terasjakarta.id


Sejumlah keluarga di kota Bandung terpaksa menguburkan sendiri keluarganya yang meninggal akibat covid-19, lantara aksi mogok yang dilakukan  pemikul jenazah di TPU Cikadut, Bandung Jawa Barat.

Aksi mogok ini sebagai bentuk protes terhadap tudingan Pemkot Bandung terkait pungutan liar jasa angkut jenazah Covid-19.

Para pemikul dan penggali kubur menolak mengangkut dan menguburkan jenazah. Akibatnya tiga jenazah terpaksa harus dipikul dan dikubur oleh keluarga masing masing.

Sebagai dampak dari kejadian ini,  Pemkot Bandung akan mengangkat tenaga khusus pemakaman pasien Covid-19 untuk menghindari terjadinya pungutan liar atau tarif untuk proses pemakaman jenazah. Pemkot Bandung menjamin, tak ada biaya untuk proses pemakaman pasien tersebut.

“Pemkot sangat support dan segera menanggulangi persoalan (pungli) ini. Kemarin (Senin) kami sudah berdiskusi dengan Kadistaru. Sekarang Distaru sedang memformulasikan teknisnya,” ucap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Eric M. Attauriq, Rabu (27/1/2021).

Salah satu keluarga jenazah, Dede (60), mengaku kebingungan kenapa tidak ada yang memikul peti jenazah adiknya itu. "Ambulan lama nunggu di sana, alasannya gak ada orang untuk memikulnya. Kemudian, saya konfirmasi di sini, memang orang yang mengangkat jenazah di sini gak ada, makanya dari sana lama. Jadi akhirnya mau tidak mau keluarga harus turun tangan," ujar Dede dikutip dari Ayobandung.

 

 Dede merasa tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi. Ia pun merasa kebingungan karena harus memakamkan jenazah adiknya secara mandiri. Dede pun meminta bantuan kepada adik-adiknya untuk mengangkut peti jenazah tersebut.

"Tadinya juga saya bingung, masalahnya apa, saya engga punya APD nya, kedua saya kan ga biasa jadi harus bagaimana. Masalahnya kita ga biasa ya, itu adik-adik saya semua yang bantu ngangkut peti," tuturnya.

Dede pun tidak mengetahui adanya aksi mogok yang dilakukan oleh jasa pikul pemakaman Covid-19. "Jelas kebingungan. Masalahnya kan kami tidak pengalaman gitu, umumnya kan kalau di rumah sakit sudah ada tim ya terus disini juga ada tim, ternyata pas disini istilahnya ada demo ya, aduh bagaimana ini, ada demo," ucapnya.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Bandung dapat menyelesaikan masalah yang ada. Menurutnya, tidak ada indikasi pungli yang dilakukan oleh petugas di pemakaman Cikadut, Kota Bandung.

Seperti diketahui, pemiikul jenazah Covid-19 di makam Cikadut, Kota Bandung merasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Bandung, karena dianggap melakukan pungli. "Kita selalu dikatakan Pungli, dikatakan pungli yang terlontar dari akunnya mang Oded juga ada kata-kata bahwa kita masih aja tega di saat-saat ada jenazah kita memanfaatkan, terus ada kata-kata kita itu berbisnis," ujar Koordinator Jasa Pikul Jenazah Covid-19 Pemakaman Cikadut Bandung, Fajar.

Fajar menuturkan, pihaknya tidak pernah melakukan pungli terhadap proses pemakaman jenazah Covid-19. "Kalau setahu saya yang namanya pungli itu seperti meminta uang tanpa pekerjaan itu pungli, namun kita kan di sini keluar keringat kita bekerja kita mengeluarkan jasa, si ahli waris memberi mungkin memberi dengan rasa ikhlas mungkin itu tidak bisa disebut pungli," katanya. (don)


 

Penggali Kubur Mogok Kerja Kelurga Pikul Kubur Jenazah Covid-19

Loading...

Related Post