Ambil Alih Kasus Rasisme Guru Besar USU ke Natalius Pigai, Polri Minta Warga Papua Tenang

Ambil Alih Kasus Rasisme Guru Besar USU ke Natalius Pigai, Polri Minta Warga Papua Tenang
Ini cuitan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Yusuf Leonard ke Natalius Pigai (Istimewa)
Editor : Donald News — Senin, 25 Januari 2021 20:46 WIB
terasjakarta.id


Mabes Polri meminta masyarakat Papua untuk menyerahkan kasus kasus dugaan rasisme dengan korban aktivis Papua, Natalius Pigai, yang dilakukan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Yusuf Leonard Henuk  Menurut Mabes Polrri, kasus ini  menjadi perhatian polisi khususnya Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono. Irjen Argo menegaskan, Bareskrim Polri akan mengusut kasus ini. "Prinsipnya dari Bareskrim Polri akan memproses kasus ini. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat terutama yang ada di Papua, warga Papua bahwa serahkan saja proses hukum kepada kepolisian terutama ke Bareskrim Polri yang akan menangani," kata Irjen Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/1/2021)

Irjen Argo mengingatkan masyarakat Papua tidak terpancing emosi dan melakukan tindakan melawan hukum. Sebab, jika masyarakat Papua terpancing hanya akan menimbulkan pidana baru.

Lebih jauh Argo mengimbau kepada warga Papua yang ingin menyampaikan aspirasinya untuk menyampaikan secara langsung ke pihak kepolisian terkait maupun pimpinan daerah.

Kasus ini, kata Argo, sepenuhnya diambil alih Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri . "Bareskrim Polri sudah menghubungi Polda Papua Barat dan Polda Papua untuk melimpahkan laporan polisi tersebut ke Bareskrim Polri," kata Irjen Argo

"Kenapa dilimpahkan? Diduga dari analisis siber itu adalah yang melakukan ada di Jakarta. Makanya untuk laporan polisinya dilimpahkan ke Bareskrim Polri," sambung Argo.

Lebih jauh Argo menyebut pihaknya sudah memanggil Ambroncius Nababan. Dia diketahui diduga merupakan pemilik akun Facebook yang menggelontorkan isu rasisme terhadap Natalius.

Seperti diketahui,  Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Yusuf Leonard Henuk mengunggah cuitan bernada rasis terhadap  Natalius Pigai.

Di akun twitternya, Profesor Yusuf Leonard Henuk mengingatkan Natalius Pigai untuk bercermin. Pada cuitannya itu ia menyertakan foto yang memperlihatkan seekor monyet sedang bercermin.

"Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko, Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?" tulis Yusu di akun Twitternya @ProfYLH.

Cuitan Profesor Yusuf Leonard Henuk ini mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Muhammad Rifai Darus.

Di akun Twitternya mantan Ketua Umum KNPI periode 2015 - 2018 itu menyebutkan apa yang sudah dilakukan oleh Prof Yusuf L Henuk itu adalah sebuah tindakan rasisme.

Selain itu Muhammad Rifai Darus juga berharap tindakan itu dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

"Apa yang dilakukan oleh Prof Yusuf L Henuk dan Drs. Ambroncius LM Nababan diMedsos terhadap Natalius Pigai adalah Bentuk Rasisme, kita akan lihat Peran dan Janji Kapolri yang Baru apakah “Hukum Masih Tajam Kebawah dan Tumpul keatas”?" tulis di akun Twitternya @RifaiDarusM pada Senin (25/1/2021). (Don)
 

 

Mabes Polri meminta masyarakat Papya untuk menyerahkan kasus kasus dugaan rasisme dengan korban aktivis Papua Natalius Pigai yang dilakukan Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf Leonard Henuk

Loading...

Related Post