Dodol Betawi, Jajanan Asli Betawi yang Mulai Langka Ditemui

Dodol Betawi, Jajanan Asli Betawi yang Mulai Langka Ditemui
Dodol Betawi rasanya gurih, kini mulai langka (Istimewa)
Editor : Donald Jakarta Food — Minggu, 24 Januari 2021 13:48 WIB
terasjakarta.id


Dodol kesohor sebagai kudapan tradisional yang nikmat. Mirip gula-gula, rasa manis dan legit, juga tekstur lengket, menjadi daya tarik makanan ini.

Dodol betawi adalah jenis dodol khas masyarakat Betawi. Dodol betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih, ketan hitam dan durian.

Proses pembuatan dodol betawi sangat rumit. Bahan baku pembuatan yang terdiri dari ketan, gula merah, gula pasir dan santan harus dimasak di atas tungku dengan kayu bakar kayu selama 8 jam.

Dodol Betawi umumnya dibuat sebagai penganan khusus untuk pesta, bulan Ramadan, Idul Fitri atau Idul Adha. Terutama menjelang hari raya, dodol betawi laris terjual. Karena proses pembuatannya yang rumit, hanya sedikit orang-orang yang ahli membuat dodol betawi. 

Mencoba bertahan di tengah perubahan zaman dan pergeseran selera, makanan khas Indonesia ini ternyata masih punya penikmat setia. Sayangnya, maestro dodol di negeri sendiri sudah semakin langka.

Namun, situasinya sedikit membaik beberapa tahun terakhir. Marak festival kuliner Nusantara yang digelar di banyak kota, khususnya Jakarta, membuat kudapan ini banyak dicari bersama makanan tradisional lain yang tak kalah nostalgia.

Namun ada beberapa faktor yang membuat makanan ini jadi sulit ditemukan di zaman sekarang. Seperti harga bahan-bahan yang kian melonjak, proses pembuatan yang tidak mudah, hingga rasa yang hanya bisa diracik oleh para orang tua zaman dulu.

Namun beruntungnya beberapa daerah di Jakarta masih mempertahankan warisan leluhur ini dengan mengajarkan generasi muda untuk belajar membuat dodol khas betawi.

Mengenai sejarah dodol Betawi beragam. Tak hanya di Indonesia, dodol yang merupakan salah satu camilan tertua di asia ini juga bisa ditemukan di banyak negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Sri Lanka.

Teksturnya kenyal, agak solid, dan bisa dibentuk dalam berbagai model kemasan. Cita rasanya pun terus berkembang. Tak hanya didominasi legit gula aren, tapi juga rasa vanila, durian, mangga, nanas, apel, dan kelapa. Biasanya dengan campuran buah asli. Mau mencoba ? (adt)

 

Dodol betawi adalah jenis dodol khas masyarakat Betawi. Dodol betawi berwarna hitam kecoklatan dengan variasi rasa rasa yang lebih sedikit daripada dodol dari daerah lain. Rasa dodol betawi hanya terdiri dari ketan putih ketan hitam dan durian.

Loading...

Related Post